Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Novel. Tampilkan semua postingan

Rabu, 12 Februari 2014

Dance For Two by Tyas Effendi




Penulis | Tyas Effendi
Penerbit | Gagas Media
Tahun Terbit | 2013
Halaman | 244
ISBN | 9797806723


"Saya terjebak dalam cerita yang saya mulai sendiri. Saya selalu membiarkan mengacaukan kata-kata yang sudah saya urutkan, membiarkanmu memenggal kepala huruf-huruf yang sudah berbaris rapi itu. Saya pun menikmati setiap cara yang saya lakukan untuk merangkainya kembali, lalu menyusunnya menjadi mozaik baru yang kamu suka.

Ini tentangmu, percayalah. Bagian mana dari dirimu yang tidak saya tahu? Tak ada satu celah pun yang terlewat; setiap potong kehidupanmu adalah gambaran paling jelas yang tersimpan dalam benak saya. Setiap langkahmu adalah jejak tanpa putus yang tercetak di atas peta saya.

Saya tidak ingin selamanya menjadi rahasia. Saya hidupkan kamu dalam cerita."


.....oOo.....



Novel ini lebih tepatnya bercerita tentang cinta diam-diam. Mencintai secara diam-diam tentu saja sering dibumbui dengan kisah yang manis dan kadang menyakitkan. Begitu juga di novel ini. Tokoh utamanya, Caza ternyata memiliki rasa yang berbeda sejak bertemu dengan Albizia. Padahal mereka sama sekali belum pernah berada dalam sebuah obrolan akrab, apalagi saling berkenalan. Caza begitu mengagumi Albizia, sampai-sampai rela menyelidiki apa-apa yang sering Albizia lakukan dan sukai. 

Itu terus berlangsung hingga pada suatu hari, dimana seharusny mereka mendapat kesempatan untuk saling berkenalan, Albizia justru mengalami kecelakaan. Dan sialnya lagi, dalam waktu dekat Albizia juga akan kembali ke Indonesia. Hilanglah sudah kesempatan. Caza untuk berkenalan dengan Albizia.

Caza ternyata diam-diam menuliskan kisahnya bersama Albizia dalam sebuah novel dan dia justru ingin menerbitkannya di Indonesia. Tanpa sengaja ternyata Albizia lah yang menjadi editornya. Kira-kira bagaimana ending dari novelnya Caza dan bagaimana pula ending dari kisah Caza dan Albizia sendiri? Hihihi makanya baca bukunya dong :p

Novel ini bersetting di Kopenhagen dan Jogjakarta. Tapi menurut saya justru settingnya kurang kuat. Saat di Kopenhagen penulis hanya banyak berceria seputar Danau Sortedams, jadi saya tidak bisa membayangkan secara visual bagaimana keadaan di sana sebenarnya dan kekhasan Jogjakarta hanya seputar Malioboro saja.

Untuk penokohannya sendiri sudah cukup kuat, alurnya juga mengalur apik. Tapi yah karena novel ini bergenre romance, menurut saya penulis masih kurang dalam menyelipkan hal-hal manis yang terjadi di antara Caza dan Albizia.

Untuk covernya, kali ini saya tidak terlalu jatuh cinta. Yah, tapi ya saya juga tidak bilang ini tidak bagus, karena dari covernya memang mencerminkan setting cerita di dalamnya. Dan ntuk ilustrasi, lagi-lagi tidak seperti biasanya, jujur saya kurang suka untuk di buku ini :(

Over all sih buku ini menarik, apalagi Tyas memiliki ide menceritakan tentang sebuah novel dalam novel :)

Mari membaca :)



Selasa, 04 Februari 2014

Kening by Rakhmawati Fitri



Penulis | Fitri Rakhmawati
Penerbit | Terrantbook
Tahun Terbit | 2011
Halaman | 194
ISBN | 9793750448


"Setelah gue baca Trims dan Hello Goodbye, ternyata dibalik wujud Fitrop yang rupawati bak model Uzbekistan KW super, dia juga jago nulis!!! Trims sudah sering gue liat melalui Twitter dan sangat menghibur gue dalam membaca timeline @fitrop. Someday gue akan bikin list pertanyaan untuk Fitrop untuk Trims edisi 2, mungkin? Haha. Gue akan penasaran dengan jawaban "super-ngasal-dan-tidak-akan-menjawab" ala Fitrop ini lagi. Dan Hellogoodbye merupakan curhatan hati Fitrop, dimana gue ngerasa Fitrop lagi curhat sama siapapun pembaca buku ini. Dan yap, curhatannya ditulis dengan cara Fitrop sendiri, banyak komedi dan hal-hal yang bikin gue ketawa-ketawa sendiri waktu baca. Bisa tahu rahasia-rahasia nya Fitrop dari baca buku ini, seperti ternyata real love-nya Fitrop bukan bintang Bollywood itu. Hahaha. I enjoyed it a lot, dan gue doakan sukses buat bukunya!!!! Cium kecup basah buat model yang tidak palsu statusnya ini!!"
VIDI ALDIANO-penyanyi

"Ceritanya sangat menghibur. Fitri menceritakan kembali pengalaman-pengalaman dalam hidupnya dengan gayanya sendiri. Waktu baca jadi senyum-senyum sendiri, ingat masa-masa SMA & pacaran. Banyak pelajaran yang bisa diambil dari cerita-cerita ini"
TITI SJUMAN-aktris & musisi

"Jujur, apa adanya, seru, mengalir, kocak, cuek, akrab, cerewet, cerdas, konyol, asik, kritis, sweet, sedikit kurang waras dan beda. Pendek kata, buku ini: Fitrop banget!"
INDRA HERLAMBANG- aktor & presenter



..... oOo .....



Ngebahas buku lama lagi nih :p

Begitu tahu buku ini adalah karangannya Fitrop, saya menerka akan dibawa ketawa ngakak plus giling-guling juga. Tapi ternyata di chapter pertama kita malah disuguhi dengan cerita yang agak drama. Dan usut punya usut ini Hello Goodbye adalah kisah nyata dari Fitrop sendiri. 

Hello Goodbye bercerita tentang kehidupan Fitrop sebelum menjejakkan kaki ke dunia keartisan. Kisah tentang pertemuannya dengan seorang jejaka yang bernama Agra yang awalnya sama sekali tidak diminatinya untuk dijadikan seorang teman justru akhirnya berujung menjadi seseorang yang berstatus pacar. Kemudian berlanjut tentang semua cerita perjuangan Fitrop dalam berkarir sebagai penyiar radio hingga akhirnya terjun ke dunia entertainment. Juga ada sejumput cerita mininya tentang si mantan pacar yang doyan bollywood itu juga.

Dari gaya menulisnya memang tetap sama dengan gaya berbicara Fitrop seperti yang kita kenal di TV, pernuh banyolan dan celetukan yang ajaib. Tapi di chapter pertama kesan seriusnya justru yang lebih menonjol, penuh dengan drama, galau dan mengharu biru. Nggak nyangka juga ternyata Fitrop yang super gila itu punya sisi lain, hehehe... 

Tetapi setelah Hello Goodbye, siap-siap kalian bakal ketawa ngakak dengan cerita-ceritanya. Masih ada Love Letter Untukmu, Dan Kamu, Mendongeng, Jreng!, Mojang Macho, Pagi Manis Asam Asin dan Trims yang berhasil menutup buku ini dengan penuh tawa tentunya. 

Kalau buat saya sendiri saya paling suka dengan cerita yang berjudul Mojang Macho yang bercerita tentang pengalaman Fitrop yang terpilih sebagai perwakilan kelas untuk lomba Mojang dan Jajaka pada Hari Kartini. Ya ampun, bisa kebayang kan gimana Fitrop berjalan di panggung dengan kebaya dan sanggul yang apa adanya plus gayanya yang waktu itu masih sedikit alay, berhasil buat saya ngakak hebat saat membacanya.

Gaya bahasa yang ringan nggak bakal buat kalian bosen dengan buku ini. Paket lengkap juga sih, selain ada kisah drama juga lengkap dengan humornya. Selain itu juga kita sisuguhkan dengan beberapa ilustrasi lucu. Tapi sayang ukuran tulisannya terlalu kecil, jadi buat saya yang bermata minus itu adalah nilai minus untuk buku ini. Dari segi judul "Kening" yah menurut saya ini memang merupakan perwakilan sekali dari Fitrop :p
*minta dilempar sendal

Mari membaca :)

Kamis, 31 Oktober 2013

Orange by Windry Ramadhina




Penulis | Windry Ramadhina
Penerbit | Gagas Media
Tahun Terbit | 2008
Halaman | 286
ISBN | 9789797802493

"Dikuncinya pintu di belakangnya lalu ia bersandar lemas pada pintu tersebut. Ia seperti dipaksa menyadari kenyataan. Konyol rasanya, bercinta dengan Diyan di dalam kamar yang penuh dengan kenangan mengenai Rera.

Ah, dirinya kesal setengah mati.

Faye ditunangkan. Tanpa dasar cinta dan murni karena alasan bisnis. Calon tunangannya, Diyan, adalah eligible bachelor yang paling diinginkan di Jakarta. Laki-laki yang tak bisa melepas kenangan masa lalunya dengan seorang model cantik blasteran Prancis.

Harusnya hubungan mereka hanya sebatas ikatan artifisial saja. Tapi cinta, ego, dan ambisi yang rumit mendorong mereka ke situasi yang lebih emosional. Situasi yang mengharuskan mereka memilih dan melepaskan. 

Pertanyaannya: apa... dan siapa? "


.....oOo.....


Lagi-lagi saya menyajikan resensi buku lama lagi ya, hehehe...

Buku ini berisi tentang kisah cinta segi empat. Faye yang yang dijodohkan dengan Diyan. Lalu Diyan yang sebenarnya masih terjebak dengan nostalgia mantan pacarnya, Rera. Dan juga ada Zaki yang kebetulan adalah adiknya Diyan yang juga jatuh cinta pada Faye. Pada akhirnya Faye yang sangat mencintai fotografi itu akhirnya tetap menjalani pertunangan dengan Diyan, di penggila kerja. Munculnya Rera tentu saja menimbulkan dilema bagi Diyan. Sedangkan Faye juga bingung saat mengetahui  kalau Zaki jatuh cinta padanya. Terkadang cinta itu datang di saat yang tidak tepat ya. Seperti salah satu kutipan di dalam buku ini nih "Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain".

Buku ini lebih bergenre metro pop. Setting cerita yang disajikan hampir mirip dengan di sinetron-sinetron yang menceritakan tentang pasangan yang awalnya dijodohkan lalu jatuh cinta dan berakhir bahagia. Tetapi tetap saja ada banyak hal menarik juga yang bisa kita dapatkan dari untaian kalimat-kalimat yang disajikan penulis.

Seperti karakter-karakter tokohnya yang kuat. Konflik yang dihadirkan juga bikin kita penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Hati-hati ya ikut terbawa suasana juga saat membaca buku ini. Saya sendiri sempat sebel sekali sama tokoh Diyan. Saat membaca buku ini saya lebih memakai sudut pandangnya Faye. Makanya sempat sebel sama Diyannya, sampai akhirnya saya  juga ikutan jatuh cinta sama Diyan. Pokoknya pas bacanya perasaan saya agak sedikit diobok-obok gitu ceritanya. Baiklah abaikan bagian ini :p

Dari segi cover, seperti biasa saya ini adalah orang sering jatuh cinta sama cover sebuah buku. Menurut saya, covernya lebih menceritakan tentang Faye. Faye yang memang berprofesi sebagai fotografer dan tentang kesukaan Faye terhadap jeruk. Saya juga sangat menyukai bagian dari buku ini yang mengulik tentang fotografinya. Karena menurut saya kamera yang masih menggunakan film itu seksi dan nggak gampang. 

Kekurangan buku ini menurut saya masih banyak yang typo aja. Selebihnya saya cinta mati sama buku ini. Buktinya, pertama kali baca buku ini sebenarnya cuma minjem dari teman. Tapi saya rela nyari terus dimiliki sendiri, eh taunya baru tahun 2012 lalu nemu lagi. Sekarang jadi mudah kan kalo mau baca ulang kapan pun saya mau :)

Mari membaca :)

Selasa, 29 Oktober 2013

Saga no Gabai Bachan by Yoshichi Shimada




Penulis | Yoshichi Shimada
Penerjemah | Indah S. Pratidina
Penerbit | Kansha Book
Tahun terbit | 2011
Halaman | 264
ISBN |  9786029719628

"Akihiro yang kehilangan ayahnya setelah Hiroshima dibom, terpaksa berpisah dari ibu untuk tinggal bersama neneknya di Saga. Meskipun keluarganya hidup prihatin, namun kehidupan di Saga satu peringkat lebih miskin. Tetapi sang nenek selalu punya ratusan akal untuk meneruskan kehidupan dan membesarkan cucunya.


Dengan ide-ide cemerlang sang nenek, kehidupan selalu mereka jalani penuh tawa. Sulit memang, tapi menarik dan mengasyikkan. Namun waktu terus berjalan dan tibalah hari ketika Akihiro harus mengambil keputusan. Dia harus memilih antara Nenek dan Saga yang dia cintai atau mengejar mimpi-mimpinya.



Diterjemahkan langsung dari Bahasa Jepang oleh Indah S. Pratidina, buku ini akan membuat kita tersenyum, terenyuh, dan mungkin berpikir ulang tentang nilai-nilai kesederhanaan. "



Ceritanya bersetting pada masa pasca Perang Dunia Kedua, lebih tepatnya pasca meledaknya bom Hiroshima. Buku ini bercerita tentang kisah penulis buku ini sendiri, Akhiro. Akihiro memang tinggal di kota Hiroshima bersama ayah, ibu dan kakak-kakaknya. Tetapi ayah Akihiro meninggal karena terkena radiasi bom Hiroshima.  Karena kesulitan ekonomi dan ibunya harus bekerja di pub, maka ibunya mengirimkan Akihiro kepada neneknya secara diam-diam.

Akihiro dikirim ke kota Saga tempat neneknya, nenek Osano tinggal. Nenek Osano sendiri sebenarnya hanya bekerja sebagai pembersih sekolah di sana dan hidup serba kekurangan. Walau hidup dengan serba kekurangan, nenek Osano tidak pernah merasa kurang, melainkan selalu merasa cukup. 

Awalnya Akihiro sangat kaget ketika datang ke Saga, karena oleh nenek Osano membiasakan Akihiro untuk melakukan semua pekerjaan sendiri, mulai memasak sampai bersih-bersih. Tetapi dari situlah nenek Osano mengajarkan arti kehidupan kepada Akihiro. Nenek Osano juga selalu mengajarkan kepada Akihiro untuk selalu berpikir positif, mencintai lingkungan, belajar hidup hemat dan selalu optimis.

Paling seneng sama prinsip nenek Osano, walau hidup sederhana tetapi nenek Osano selalu mengajarkan Akihiro untuk memilih ceria daripada menjadi muram. Nenek Osano selalu merasa kebahagiaan itu bukan ditentukan oleh uang, melainkan dari hati. 

Dari buku ini kita ditegur untuk tidak mubajir dan selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Ini terlihat dari kebiasaan nenek Osano yang memanfaatkan ranting dan sisa sayuran dari pasar yang dibuang ke sungai yang kemudian  mengalir di depan rumah mereka. Nenek Osano juga selalu berjalan sambil membawa magnet yang diikatkan pada tali yang dapat ditariknya, sehingga dapat mengumpulkan logam-logam yang jika setelah dikumpul banyak bisa dijualnya. Nenek Osano selalu memperhatikan sesuatu yang kadang kita anggap sepele tetapi padahal bisa kita manfaatkan,

Karena  ini merupakan buku terjemahan, ada beberapa kata yang kadang-kadang agak sulit dimengerti. Tapi terkadang juga disisipi candaan ringan dari nenek Osano. Beruntung saya mendapat kesempatan membaca buku ini. Nggak rugi pokoknya. Banyak sekali nilai-nilai moral yang bisa diserap dari buku ini.


Mari membaca :)

Senin, 28 Oktober 2013

Barcelona Te Amo by Kireina Enno



Penulis | Kireina Enno
Penerbit | Bukune
Tahun Terbit | 2013
Halaman | 266
ISBN | 9786022200901


Tadinya, musim panas selalu muram.
Lalu, dia datang dengan senyumnya yang indah;
ketika waktu mendamba detik-detik yang hangat dari matanya. Entah bagaimana, hati Katya begitu dingin ketika menepis uluran tangan laki-laki itu.

Kesepian pun menghantamnya.
Sepanjang La Rambla, angin menepi.
Sayap-sayapnya membawa Katya menari
di antara pilar-pilar Gothic Quarter yang sunyi.
Membangkitkan rindu kepadanya,
seperti ombak kepada pantai yang menunggu.

Maka, di sinilah Katya berada kini.
Menyambut genggaman tangannya.
Di Placa de Catalunya, tempat merpati bercengkrama.
Ketika matahari menyinari Barcelona.
Dia bagai musim panas yang begitu indah.
"Te amo," pelan ucap Katya.
Akankah dia dengar?

Te amo sempre


.....oOo.....

Buku yang merupakan salah satu rangkaian Bukune tentang 'Setiap Tempat Punya Cerita' ini sesuai dengan judulnya mengangkat Barcelona sebagai setting ceritanya. Saya lagi-lagi jatuh hati sama halaman sampul buku, ilustrasinya menggambarkan salah satu jalan di sudut Barcelona yang indah itu, membuat saya hanyut dan merasa benar-benar berada di Barcelona.

Di awal buku, kita akan disambut dengan prolognya yang bikin kita serba penasaran, siapakah dua tokoh yang diceritakan oleh mbak Enno di situ. Ternyata, tanda tanya besar itu baru terjawab saat hampir mendekati endingnya. 

Alurnya ceritanya mengalir dan tidak membosankan dan penokohannya juga memiliki karakter yang kuat.. Katya dengan sifatnya selalu mengalah, tidak neko-neko dan berbakat di bidang melukis. Sandra yang cantik, sangat percaya diri, egois dan suka memanfaatkan Katya. Evan yang selalu ada di setiap Sandra mengalami masalah. Dan Manuel, seorang kurator yang sering bersikap dingin, sinis dan tidak tertarik pada hubungan dengan wanita.

Katya dan Sandra adalah saudara sepupu. Sejak kedua orang tua Katya, ia diasuh oleh Om Prana, ayah Sandra. Karena itulah Katya sangat merasa bersyukur dan berusaha untuk belajar dengan baik agar bisa menyenangkan hati omnya. Tetapi di samping itu, Sandra selalu merasa ayahnya lebih sayang kepada Katya dan benci karena sering dibanding-bandingkan oleh papanya dengan Katya yang memang selalu menjadi anak yang baik dan tidak suka berulah. Karena itulah akhirnya Sandra merasa berhak untuk meminta Katya untuk melakukan semua yang diinginkannya.

Sedangkan Evan adalah sahabat mereka berdua. Suatu hari Sandra mengungkapkan rasa sukanya kepada Evan, tetapi Evan justru menolak. Sandra sangat kecewa, karena alasan Evan menolaknya adalah karena Evan juga merasa iya menyanyangi Katya. Sedangkan Katya sejak lama memang menyukai Evan, tetapi ia tidak ingin melihat Sandra sedih. Ketika itulah Katya memutuskan untuk menerima tawaran omnya untuk melanjutkan kuliah di Barcelona.

Suatu hari, saat musim semi di Barcelona, Katya tidak sengaja bertabrakan dengan Manuel. Dan tanpa diduga, Manuel adalah seorang kurator yang tertarik pada lukisan Katya yang dipajang di sebuah galeri kecil, tempat Katya bekerja. Manuel pun mengajak Katya dalam sebuah proyek pameran besar, tetapi Katya malah menolaknya.

Nah pada penasaran kan?
Ayo baca sendiri ya lanjutannya...

Deskripsi mbak Enno tentang lokasinya juga jelas, jadinya berasa beneran lagi di Eropa sana kitanya. Ajib nih mbak Enno risetnya, serba detail. Di awal chapternya juga kita disuguhi sama ilustrasi kota Barcelona juga, huaaaa suka sekali kalo ada yang beginian...

Lagi-lagi saya jatuh cinta sama tokoh laki-laki ciptaan mbak Enno, Manuel Estefan (Abe maafkan saya menduakan kamu...). Seperti biasa, cerita ini manis mbak Enno, walau sebenarnya pengennya cerita tentang Katya dan Manuelnya agak dipanjangin lagi. 


Mari Membaca :)


Minggu, 27 Oktober 2013

Aerial by Sitta Karina



Penulis | Sitta Karina
Penerbit | Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit | 2009
Halaman | 332
ISBN |  9789792243116


"Kamu familiar. Bau darahmu familiar."
"Aku sama sekali tidak mengenalmu."
"Kamu tahu siapa aku, putri."

Sadira si Putri Matahari dan Hassya sang Pangeran Kegelapan merupakan musuh bebuyutan dari dua negeri yang saling bertolak belakang; yang satu menjadikan matahari sebagai sumber hidupnya, satu lagi akan terbakar apabila terpapar langsung oleh sinarnya. Awalnya Sadira berpikir klan Kegelapan  adalah sekumpulan monster sampai tanpa sengaja ia diselamatkan oleh Hassya yang berkulit pucat, tampan, dingin, seenaknya sendiri, namun memiliki sorot mata yang jujur.

Menurut ramalan kuno, apabila mereka bersatu maka kedua bangsa tersebut akan menghadapi kehancuran. Namun Hassya bertekad akan melawan apa pun yang menghalangi mereka dan menjadi pelindung bagi Sadira.

Untuk mencegah kehancuran tersebut, Antya, adik Sadira, dan Linc, si kuda terbang putih, berusaha memanggil penolong dari dunia lain--- Laskar dan Sashika, pelajar SMU Surya Ilmu--- dunia yang hutannya tidak seindah di negeri mereka dan dipenuhi bangunan pencakar langit.

Dunia yang akan mendukung cinta Sadira dan Hassya sepenuhnya.



.....oOo.....



Sadira adalah seorang Puteri Matahari. Berbeda dengan puteri kebanyakan, Sadira justru lebih suka berpetualang dan tertarik dengan bela diri. Sedangkan Hassya adalah seirang Pangeran Kegelapan yang seperti penghuni Negeri Kegelapan pada umumnya memiliki perawakan dengan wajah putih pucat.

Aerial adalah sebuah tempat yang memiliki sungai dan hutan yang cantik. Sejak dulu kedua negeri memang saling bermusuhan. Aerial adalah tempat yang tidak berpenghuni dan merupakan tempat yang terlarang. Di sanalah suatu hari, tanpa sengaja mereka bertemu. Dari sinilah dimulai cerita tentang mereka berdua.

Perkenalan mereka dimulai dari rasa saling memusuhi. Sadira yang menganggap klan kegelapan adalah sekumpulan monster dan Hassya yang menganggap klan Sadira adalah musuh besar klannya. Tapi tanpa mereka sadari, dengan seiring waktu muncul rasa ketertarikan di antara mereka berdua.

Walau begitu, dengan adanya ramalan kuno yang melarang adanya pernikahan di antara kedua klan, mereka pun mengalami banyak hambatan untuk bersatu. Dan ternyata, bukan mereka saja yang terjebak dengan kisah percintaan itu. Salah satu teman Sadira juga, Isla jatuh cinta pada seorang pemuda dari klan kegelapan. Mereka berempat akhirnya bersama-sama berusaha untuk menghentikan pertikaian antara kedua negeri mereka. Selain itu mereka juga dibantu oleh adik Sadira, Antya bersama Linc, kuda terbang yang berusaha untuk memanggil penolong dunia lain, Laskar dan Sashika.

Apakah mereka akan berhasil?
Ayo pada baca sendiri ya :)

Lagi-lagi saya tergoda sama sampul buku saat membeli buku ini. Cerita fantasi yang cukup menarik untuk diikuti. Alur ceritanya juga mengalir, tidak monoton. Tokohnya sebenarnya hampir-hampir mirip dengan cerita fantasi kebanyakan, ada seorang pangeran dan seorang puteri yang bertemu dan lalu jatuh cinta. Walau begitu saya tetap suka dengan penokohan mereka dan ceritanya juga manis.

Tetapi pada bagian akhirnya yang agak kurang sreg buat saya, ketika ada 2 tokoh baru yang muncul, yaitu Laskar dan Sashika. Kurang dapet aja jadinya endingnya menurut saya dan agak dipaksakan juga kesannya.

Oia, katanya buku ini ada sekuelnya juga. Sayang saya belum nemu bukunya. Penasaran juga apa lanjutan ceritanya. Apa mungkin juga ntar sekuelnya malah bahas Laskar sana Sashika kali ya?


Mari Membaca :)



Sabtu, 26 Oktober 2013

Ranu by Ifa Avianty & Azzura Dayana




Penulis | Ifa Avianty & Azzura Dayana
Penerbit | PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit | 2013
Halaman | 316
ISBN | 9786020212678


"Ranu. Manajer muda. Fotografer. High-cost traveler. Hidup dalam kenangan masa lalu yang pahit disebabkan beberapa kehilangan. Atas ide sohibnya yang kocak, gokil, dan backpacker abis bernama Dios, ia sepakat mengangkat kehidupan pedalaman di Pegunungan Baduy ke dalam sebuah film semidokumenter budaya.

Ide itu menyeretnya pada perjumpaan dengan sosok Ayuni. Fotografer kebanggaan Dios untuk proyek Baduy. Pendaki gunung yang tangguh namun pemurung dan cenderung ketus. Tapi Ranu justru berhasil menemukan sisi lain pada dirinya. Sebuah kelembutan bak bunga edelweiss dan kedamaian bak danau Ranu Kumbolo.

Clue apakah sebenarnya menghubungkan antara Ranu dan Ayuni? Bagaimana pula dengan Irene, sosok princess yang ada di hati Ranu maupun Ayuni? Benarkah jalan kehidupan mereka akan berubah?"

.....oOo...


Di awal buku saya agak terkecoh karena mengira tokoh utamanya adalah Ranu dan Irene, tetapi ternyata adalah Ranu dan Ayuni. Tetapi Irene dan Dios juga menjadi tokoh yang juga tidak kalah pentingnya. Malah justru lebih tepatnya buku ini kebanyakan hanya menceritakan tentang mereka berempat saja.

Dios yang seorang backpacker memiliki teman bernama Ayuni. Dios yang memang tipe ekstrovert atau bermulut ember sering sekali beradu mulut dengan Ayuni yang juga cenderung ketus. Karena itu, tidak jarang mengolok-ngolok mereka agar menjadi pasangan saja.

Sedangkan Ranu, adalah seorang pengusaha muda yang sedang larut dengan dukanya karena kehilangan dua wanita yang dicintainya, ibu dan wanita yang dicintainya. Suatu hari Ranu tanpa sengaha bertemu dengan Irene dan Tatia, puterinya. Sejak itu mereka menjalin pertemanan. Irene sendiri sebenarnya adalah sepupu dari Ayuni.

Mereka berempat kemudian dipersatukan oleh sebuah proyek film semidokumenter tentang budaya Baduy. Sepertinya penulis suka sekali dengan hal-hal yang serba kebetula, karena dalam buku ini banyak sekali kebetulan yang terjadi. Ranu yang jatuh cinta pada Aida yang ternyata mencintai Fajar, kakak Ayuni. Tetapi ternyata Aida dan Fajar kembali kepada Sang Pemilik terlebih dahulu. Rasa kehilangan yang mereka berdua alami tanpa disadari justru hilang ketika mereka berdua sadar bahwa ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. 

Penuturan kata-katanya apik dan mengalir, walau alurnya agak maju mundur ceritanya. Dari buku ini juga mendapat sedikit pengetahuan tentang suku Baduy. Awalnya saya kira, karena Ranu dan Ayuni adalah seorang fotografer, di dalam buku ini kita juga akan disuguhkan banyak foto, tetapi ternyata dugaan saya salah. Memang ada beberapa foto, tetapi itu juga tidak berwarna, sayang sekali. Lalu, walau pada sampul buku ini ada label 'Novel Islami' nya, tetapi pada kenyataannya nilai religius di dalam buku ini tidak terlalu ditampakkan penulis.

Untuk kalian yang sedang bersantai, buku ini cocok untuk kalian. Karena tampilan buku yang kecil, buku ini juga bisa dibaca dengan sekali duduk.

Mari Membaca :)

Minggu, 13 Oktober 2013

Alexitimia by Koes Pratomo Wongsoyudo



Penulis | Koes Pratomo Wongsoyudo
Penerbit | Bentang Pustaka
Tahun terbit | 2012
Halaman | 204
ISBN | 9786028811798

"Apa saya gila?


Pertanyaan itu kerap terlontar dari mulut Tom, suaminya. Tidak. Donna menggelengkan kepalanya, menyangkal kuat-kuat. Namun, Donna tak pula abai. Sesuatu terkadang mengusik keingintahuannya. Sikap Tom aneh dan membuat siapa pun kehabisan akal menghadapinya.

Padahal, selama ini Donna sangat yakin, dia beruntung menikahi Tom. Pria itu tak pernah menuntutnya macam-macam. Tak sekalipun Tom mempersoalkan ketidakmampuan Donna memberikan keturunan. Tom menerima kehadiran Donna seutuhnya. Namun, sekarang, hari-hari Donna sedikit terguncang. Kemungkinan telah menikahi pria dengan masalah kejiwaan tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Inilah ujian bagi perkawinan mereka. Dan, cinta tak pernah kehilangan cara untuk mengujinya. Mantan kekasih Donna kembali datang menggoda. Puncaknya, kerabat Tom mendadak menawarkan seorang wanita untuk dijadikan istri kedua yang bisa memberikan keturunan. Donna dilanda bimbang. Seandainya dia memiliki hati yang cukup besar untuk mencintai …

Koes Pratomo Wongsoyudo, lahir 1 Februari 1938, adalah seorang pejuang. Semasa jadi pelajar berjuang untuk meraih pendidikan dalam keterbatasan dan ketika mendapatkan beasiswa untuk kuliah ke Tokyo Denki University di Tokyo, Jepang, beliau berjuang membela Tanah Airnya ketika mahasiswa Jepang demonstrasi dan membakar foto Bung Karno. Pulang dari Jepang, Koes Pratomo Wongsoyudo bersama 6 rekannya berjuang mendirikan organisasi karate pertama di Indonesia INKAI sekaligus membawa olahraga bela diri Karate pertama kali masuk ke Indonesia
Ayah dari Tyas Handayani, Pandji Pragiwaksono dan Handriya Yogaswara mengisi hari tuanya menjadi seorang penulis yang berjuang untuk bisa menerbitkan karyanya.
Setelah almarhum meninggal dunia pada tanggal 2 Maret 2012 perjuangannya tersebut diteruskan kepada anak-anaknya. Maka, terbitlah buku pertama beliau, "Alexitimia" "



Buku ini mengisahkan tentang Pratomo yang menderita alexitimia. Pratomo memiliki seorang istri yang bernama Dona. Kisah  pernikahan mereka dipenuhi dengan konflik yang berkepanjangan, tetapi sejauh itu mereka tetap bisa melewati masalah-masalah yang mereka hadapi. Tetapi endingnya menurut saya kurang greget, karena memang sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang Dona dalam menceritakan kisah ini. Padahal saya lebih tertarik dengan kisah Pratomonya sendiri.

Walau memang ceritanya sedikit datar, tetapi buku ini banyak membantu saya untuk memahami apa itu alexitimia dan bagaimana kehidupan sehari-hari orang yang menderita gangguan ini. Jujur, saya sendiri baru tahu tentang gangguan ini pertama kali ya karena membaca buku ini. Saya juga suka warna covernya.

Buat kamu yang butuh referensi tentang gangguan alexitimia, buku yang satu ini cocok untuk menambah koleksi kalian.

Selamat membaca :)

Kamis, 10 Oktober 2013

Danur by Risa Saraswati

Danur by Risa Saraswati




Penulis | Risa Saraswati
Penerbit | BUKUNE
Tahun Terbit | 2011
Halaman | 216 hlm
ISBN | 602-220-019-9



"Namaku Risa. Aku bisa melihat 'mereka'. Dan 'mereka', sesungguhnya, hanya butuh didengar".

Buku ini bercerita tentang Risa yang saat duduk di kelas 5 SD harus pindah ke rumah neneknya di Bandung yang merupakan bangunan peninggalan Belanda. Di sinilah Risa menemukan kelebihan pada dirinya, yaitu ia dapat berkomunikasi dengan makhluk kasat mata, yaitu Peter, Hans, Hendriick, William dan Jahnsen. Sejak saat itu mereka pun bersahabat.

Persahabatan mereka sangat erat, sampai akhirnya Risa ingin terus bersama-sama dengan mereka. Risa pun sampai pernah memutuskan untuk bunuh diri agar bisa terus bersama-sama dengan kelima sahabatnya itu. Tetapi hal itu justru membuat Peter marah kepadanya dan disusul juga dengan kemarahan keempat sahabatnya yang lain. Mereka pun memutuskan untuk meninggalkan Risa. Risa pun merasa sangat kehilangan kelima sahabatnya itu.

Risa pun beranjak remaja. Walau dia terus dihantui dengan rasa rindu kepada lima sahabatnya itu, mereka tetap tidak pernah datang mengunjungi Risa. Risa pun berusaha menyibukkan diri. Tapi tanpa disadari, pada saat itu Risa justru dihadapkan pada hantu-hantu lainnya. Awalnya Risa menolak untuk berkomunikasi dengan mereka, tetapi akhirnya ia menyerah dan berusaha membantu mereka, walau terkadang hanya sekedar mendengarkan mereka bercerita tentang kisah hidup mereka. 

Risa sangat menyukai musik. Tanpa disadari, justru karena hobinya itulah ia dapat bertemu kembali dengan para sahabatnya.

Buku ini memang bergenre horor, tetapi horor yang satu ini disajikan dengan cara yang berbeda. Saya yang memang sangat menghindari buku yang bergenre horor, tetapi ketika membaca buku ini justru tidak merasa takut sama sekali. Justru dengan membaca buku ini kita bisa tahu kalau 'mereka' juga memiliki sisi-sisi melankolis, bisa sedih, ingin bermain dan berteman, sama seperti manusia juga. Selain itu, satu hal penting yang ingin disampaikan oleh Risa  adalah tentang nilai persahabatan.

Satu yang paling saya suka adalah buku ini juga disertai ilustrasi. Yang paling suka adalah ilustrasi noni belanda di bagian paling depan buku ini. Covernya juga kreatif, pada tulisan danurnya dilubangi. Tetapi memang agak rentan untuk sobek ya. Jadi jangan lupa buat disampul ya teman-teman :)
*padahal punya sendiri juga belum disampul :p

Buat kalian yang nggak terlalu suka yang horor-horor, buku ini cocok nih untuk kalian.
Selamat membaca ya :)