Tampilkan postingan dengan label #13HariBerbagiBacaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label #13HariBerbagiBacaan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 23 Oktober 2013

Waktu Aku Sama Mika by Indi




Penulis | Indi
Penerbit | Homerian Pustaka
Tahun Terbit | 2009
Halaman | 145
ISBN | 9789791745451




"Bima bilang, aku pasti tolol karena mau berpacaran dengan Mika.. Ia ilang, Mika itu aneh dan bukan orang yang pantas untuk dipacari. Aku tidak mengerti. Jadi aku tanyakan alasannya. Bima bilang, itu karena Mika sakit AIDS.

Aku bertanya pada Mika, "Apa AIDS membuatmu berhenti tertawa ketika kamu menonton Mr.Bean? Mika jawab, "Tidak".

"Apa AIDS membuatmu berhenti merasa bahwa cokelat M&M'S adalah yang paling enak?" Mika jawab, "Tidak".

"Apa AIDS membuatmu berhenti berpikir bahwa Tuhan itu ada?" Mika jawab, "Tidak".

Lalu aku putuskan untuk berhenti bertanya. Karena aku segera yakin bahwa Bima itu salah. Tidak mungkin seseorang yang tertawa ketika menonton Mr.Bean, menyukai cokelat M&M'S dan percaya Tuhan itu tidak pantas untuk dipacari, kan?"


................oOo...............

Pertama melihat buku ini saya tertarik sama covernya yang super simple itu. Begitu dibaca ternyata buku ini berisi tentang diary Indi, si penulis saat berusia 15 Tahun. Buku ini bercerita tentang Indi penderita scoliosis yang bisa dibilang sangat pasif. Tetapi kemudian Indi bertemu dengan Mika, pemuda berusia 22 tahun yang menderita HIV. Sejak bertemu Mika, Indi berubah sedikit demi sedikit menjadi gadis yang lebih berani. Hari-hari Indi juga selalu ceria. Bersama Mika, Indi bisa merasakan bagaimana rasanya berlari. 

Gaya bahasanya polos sekali, karena memang ini adalah diary nya Indi saat berusia 15 tahun, memang kadang agak bosan bacanya, tapi jika kita memakai kacamata anak berusia 15 tahun bahasanya ya masih terbilang sah-sah saja. Tetapi ya karena buku ini berkonsep diary itu jadi plotnya kurang jelas.

Buku ini juga menambah pengetahuan kita tentang scoliosis dan AIDS sekaligus dan juga dapat mengurangi stigma negatif kita terhadap para penderitanya. Salut sama Indi dan Mika yang walau memiliki kekurangan tetapi dapat saling mengisi. Mika yang selalu memotivasi dan Indi yang selalu berusaha untuk sembuh walau tak ada Mika lagi di sampingnya.

Buku ini juga sudah dibuat versi filmnya dengan judul "MIKA" di bulang januari 2013 lalu. Saya sendiri juga belum nonton sih, hehehe

Mari Membaca :)

Senin, 21 Oktober 2013

Tutur Gayo by Yusradi Usman al-Gayoni


Penulis | Yusradi Usman al-Gayoni
Penerbit | Mahara Publishing
Tahun Terbit | 2012
Halaman | 84
ISBN | 9786021808



"Buku ini berisi tentang pengertian, faktor sosio-kultural munculnya, klasifikasi, pembagian, fungsi, kurangnya penggunaan, dan adanya bentuk (variasi) tutur baru. Sebab, dalam perkembangan kekinian masyarakat Gayo, tutur kurang dikenal. Bahkan, ada kecenderungan mulai ditinggalkan."


.....oOo.....

Buku ini berisi tentang tutur dalam masyarakat Gayo. Gayo adalah nama sebuah suku di Aceh Tengah. Seperti suku-suku pada umumnya, suku Gayo juga memiliki tutur dalam  kebudayaannya. Selain berisi tentang penjelasan serta daftar tutur yang umum digunakan dalam suku Gayo, buku ini juga berisi tentang penjelasan sebab-sebab lunturnya pengunaan tutur pada masyarakat Gayo. 

Buku ini menurut saya sangat membantu sekali bagi anak-anak muda Gayo yang sekarang sudah kurang menggunakan tutur dalam kehidupan sehari-hari. Karena menurut buku ini, penggunaan tutur dalam masyarakat Gayo sendiri sudah sangat luntur. Oleh karena itu, salah satu tujuan penulis menulis buku ini adalah untuk tetap melestarikan penggunaan tutur dalam bermasyarakat.

Buku ini juga memiliki jilid keduanya yang tentu saja lebih lengkap dari jilid pertama ini. Pada covernya terlihat juga ukiran kerawang. Kerawang sendiri merupakan motif khas dari masyarakat Gayo itu sendiri. Dari segi tampilan, menurut saya masih seperti semacam artikel, jadi masih kurang menarik perhatian untuk dibaca.  Tetapi untuk pelestarian budaya, tentu buku ini sangat dibutuhkan sekali.


Mari membaca :)

Minggu, 20 Oktober 2013

Meraba Indonesia by Ahmad Yunus




Penulis | Ahmad Yunus

Penerbit | Serambi

Tahun Terbit | 2011
Halaman | 372
ISBN | 9789790242852



"Selama hampir setahun, dua wartawan kawakan, Farid Gaban dan Ahmad Yunus, mengelilingi Indonesia. Mereka menyebut perjalanan ini sebagai Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Dengan mengendarai sepeda motor win 100 cc bekas yang dimodifikasi, mereka mengunjungi pulau-pulau terluar dan daerah-daerah bersejarah di Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas hingga Pulau Rote. Ratusan orang telah mereka wawancarai; ratusan tempat telah mereka singgahi.


Tujuan utama ekpedisi ini adalah mengagumi dan menyelami Indonesia sebagai negeri bahari. Di atas semua itu, mencatat keseharian masyarakat yang mereka lewati. Mencatat dari dekat.



Dan, inilah catatan Ahmad Yunus. Dengan pandangan khas anak muda, Yunus menuturkan peristiwa di berbagai tempat yang dia kunjungi dan menjahitnya dengan data-data sejarah. Baginya, perjalanan ini adalah bagian dari upayanya untuk menjawab pertanyaan pribadinya tentang Indonesia. Selain itu, buku ini juga usahanya untuk menulis sejarah masyarakat yang selama ini terlupakan, baik oleh pemerintah maupun arus media utama.



Gaya penulisan jurnalisme sastrawi membuat buku ini mengalir lancar. Dan akrab. Membacanya seakan menyimak dengan khidmat manisnya per-sahabatan warga Nusantara dan keindahan daerah-daerah di luar Jawa. Juga kegetiran mereka. Semua itu saling berkelindan dan sambung-menyambung menjadi satu: sasakala Indonesia.  



Dilengkapi 50 foto jepretan Farid Gaban dan film dokumenter besutan Ahmad Yunus dan Dhandy Dwi Laksono, buku ini menyodorkan realitas terkini tentang Indonesia dan mengajak kita untuk mencintainya dengan sederhana. 

............

Buku ini menceritakan tentang catatan perjalanan Ahmad Yunus bersama Farid Gaban mengelilingi Indonesia. Dengan membaca buku ini, kita semacam benar-benar dibawa berkeliling Indonesia tanpa harus mengelilingi Indonesia dalam arti yang sebenarnya. Gaya bahasa yang dipakai 0leh penulis juga mudah dicerna dan mudah untuk kita membayangkan secara visual apa yang diceritakan oleh penulis.

Covernya yang menampilkan sebuah sepeda motor cocok sekali dengan catatan perjalanan ini. Karena memang dalam perjalanannya penulis memang menggunakan sepeda motor. Dari buku ini juga kita bisa melihat Indonesia lebih dekat lagi. Mulai dari masalah budaya, ekonomi masyarakat di daerah, masalah transportasi secara umum di Indonesia, permasalahan apa saja yang sering terjadi di daerah perbatasan, dan masih banyak lagi.

Membaca buku ini bikin mata terbuka lebar dan merasa bangga menjadi orang Indonesia yang kaya budaya dan sumber daya alamnya. Buat kalian yang ingin berkeliling Indonesia, buku yang satu ini wajib menjadi referensi kalian nih.


Sabtu, 19 Oktober 2013

Memoritmo by Ade Paloh





Penulis | Ade Paloh
Penerbit | Bukune
Tahun Terbit | 2012
Halaman | 180
ISBN | 6022200725




"Do… re… mi…


Dentingan nada berkait dengan lirik menjadi sebuah lagu. Menyampaikan suatu makna kepada pendengarnya.




Fa… sol…


Lalu, lagu itu mengalun hingga ke benak kita. Menguak memori atas rindu, harapan, bahkan mungkin patah hati. 




La… si… do…


Dan ketika nada terakhir usai, memori itu masih melekat



di pikiran. Membuat kita bertanya-tanya, bagaimana sebuah lagu begitu mampu menyimpan kenangan dalam nada-nadanya.



Ritme lagu apa yang ada dalam memorimu? "






Pertama ngelihat buku ini di toko buku, yang menarik mata saya untuk menoleh tentu saja dari covernya yang unik. Jadi teringat dengan sekotak koleksi kaset saya yang raib entah kemana 

*lost focus


Bukunya menarik, bercerita tentang lagu favorit mereka, para penulisnya. Lagu terkadang memang bisa membangkitkan memori kita pada kenangan tertentu.  Saya sendiri juga punya beberapa lagu yang kalau saya dengarkan seperti sedang mengulang kejadian tertentu. Kalau kalian gimana? Punya lagu kenangan juga nggak?



Dari semua lagu yang diulik oleh para penulis, saya tahunya cuma lagu madu dan racun doang, hahaha...
Betapa sedikitnya pengetahuan musik saya ya :p


Selamat membaca :)

Minggu, 13 Oktober 2013

Alexitimia by Koes Pratomo Wongsoyudo



Penulis | Koes Pratomo Wongsoyudo
Penerbit | Bentang Pustaka
Tahun terbit | 2012
Halaman | 204
ISBN | 9786028811798

"Apa saya gila?


Pertanyaan itu kerap terlontar dari mulut Tom, suaminya. Tidak. Donna menggelengkan kepalanya, menyangkal kuat-kuat. Namun, Donna tak pula abai. Sesuatu terkadang mengusik keingintahuannya. Sikap Tom aneh dan membuat siapa pun kehabisan akal menghadapinya.

Padahal, selama ini Donna sangat yakin, dia beruntung menikahi Tom. Pria itu tak pernah menuntutnya macam-macam. Tak sekalipun Tom mempersoalkan ketidakmampuan Donna memberikan keturunan. Tom menerima kehadiran Donna seutuhnya. Namun, sekarang, hari-hari Donna sedikit terguncang. Kemungkinan telah menikahi pria dengan masalah kejiwaan tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Inilah ujian bagi perkawinan mereka. Dan, cinta tak pernah kehilangan cara untuk mengujinya. Mantan kekasih Donna kembali datang menggoda. Puncaknya, kerabat Tom mendadak menawarkan seorang wanita untuk dijadikan istri kedua yang bisa memberikan keturunan. Donna dilanda bimbang. Seandainya dia memiliki hati yang cukup besar untuk mencintai …

Koes Pratomo Wongsoyudo, lahir 1 Februari 1938, adalah seorang pejuang. Semasa jadi pelajar berjuang untuk meraih pendidikan dalam keterbatasan dan ketika mendapatkan beasiswa untuk kuliah ke Tokyo Denki University di Tokyo, Jepang, beliau berjuang membela Tanah Airnya ketika mahasiswa Jepang demonstrasi dan membakar foto Bung Karno. Pulang dari Jepang, Koes Pratomo Wongsoyudo bersama 6 rekannya berjuang mendirikan organisasi karate pertama di Indonesia INKAI sekaligus membawa olahraga bela diri Karate pertama kali masuk ke Indonesia
Ayah dari Tyas Handayani, Pandji Pragiwaksono dan Handriya Yogaswara mengisi hari tuanya menjadi seorang penulis yang berjuang untuk bisa menerbitkan karyanya.
Setelah almarhum meninggal dunia pada tanggal 2 Maret 2012 perjuangannya tersebut diteruskan kepada anak-anaknya. Maka, terbitlah buku pertama beliau, "Alexitimia" "



Buku ini mengisahkan tentang Pratomo yang menderita alexitimia. Pratomo memiliki seorang istri yang bernama Dona. Kisah  pernikahan mereka dipenuhi dengan konflik yang berkepanjangan, tetapi sejauh itu mereka tetap bisa melewati masalah-masalah yang mereka hadapi. Tetapi endingnya menurut saya kurang greget, karena memang sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang Dona dalam menceritakan kisah ini. Padahal saya lebih tertarik dengan kisah Pratomonya sendiri.

Walau memang ceritanya sedikit datar, tetapi buku ini banyak membantu saya untuk memahami apa itu alexitimia dan bagaimana kehidupan sehari-hari orang yang menderita gangguan ini. Jujur, saya sendiri baru tahu tentang gangguan ini pertama kali ya karena membaca buku ini. Saya juga suka warna covernya.

Buat kamu yang butuh referensi tentang gangguan alexitimia, buku yang satu ini cocok untuk menambah koleksi kalian.

Selamat membaca :)

Sabtu, 12 Oktober 2013

Rosetta's Daring Day by Lisa Papademetriou




Penulis | Lisa Papademetriou
Penerbit |  PT Gramedia Pustaka Utama 
Tahun terbit |2012
Halaman | 111
ISBN | 9789792257984

"Rosetta dan Fawn bertolak belakang. Rosetta suka berdandan dan memakai gaun indah. Fawn lebih suka bermain bola acorn sekalipun kotor. Arti kata "bersenang-senang" sangat berbeda bagi kedua sahabat ini.

Ketika ratu peri mengadakan pesta makan malam, Fawn enggan hadir. Maka Rosetta membujuknya: kalau Fawn mau memakai gaun indah dan menjaga sikap, Rosetta rela menemaninya bermain apa saja keesokan harinya. Menurutnya, perjanjian ini adil. Tapi tak pernah terbayang olehnya apa yang ada di dalam pikiran Fawn!


Apakah mereka akan tetap bersahabat setelah hari yang dipenuhi kodok, lumpur, dan... cacing?
"



Buku ini bercerita tentang persahabatan antara Rosetta dan Fawn. Rosetta yang cantik dan serba rapi, sedangkan Fawn yang tomboy dan senang berkotor-kotoran.  Persahabatan dengan perbedaan yang sangat jauh diantara mereka membuat mereka banyak mengalami konflik. Tetapi pada akhirnya persahabatan mereka tetap terjaga dengan baik. Di sini juga diceritakan bagaimana Rosetta bisa menghadapi rasa takutnya terhadap sesuatu yang kotor.

Buku ini sebenarnya merupakan buku berseri, tetapi saya hanya punya satu seri saja. Yang paling saya suka adalah ilustrasinya, bagian covernya juga diwarnai dengan serbuk-serbuk berkilau. Buat saya saja itu sangat menarik untuk dibaca, apalagi untuk anak-anak :)

Nah, kamu... 
Iya, kamuuuu....
Tertarik nggak baca buku yang satu ini?

Selamat membaca :)

Jumat, 11 Oktober 2013

Perjalanan ke Atap Dunia by Daniel Mahendra



Penulis | Daniel Mahendra
Penerbit | Medium Publishing
Tahun Terbit | 2012
Halaman | 356
ISBN | 9786028144155 


"Bacalah tentang Cina dengan segenap kedigdayaan ekonomi dan budayanya. Tetapi tak baik melupakan Tibet dan Nepal karena keduanya merupakan sumber pengetahuan terpenting tentang alam, manusia, spritiualitas, politik, seni dan budaya.


Bagi yang merasa mustahil ke sana, nikmatilah buku liputan perjalanan ini karena memang menyediakan eksotisme kelas tinggi. Bagi yang ingin segera ke sana, baca dan bawalah buku ini sebagai karib perjalanan.


Royalti buku ini oleh sang penulisnya didedikasikan untuk amal kegiatan Rumah Dunia, sebuah komunitas belajar sastra, jurnalistik, teater, seni rupa, seni suara, juga film, yang dibidani oleh Gol A Gong dan Tias Tatanka di kota Serang, Banten."


Buku ini bercerita tentang catatan perjalanan penulis dalam meraih mimpinya untuk berkunjung ke negeri atap dunia (Nepal dan Cina).

Di awal membaca buku ini saya merasa sedikit bosan tetapi makin berpindah halaman rasa penasaran saya datang perlahan-lahan. Gaya bahasanya ringan dan mampu memancing kita untuk membayangkan bagaimana visual dari cerita-ceritanya itu sendiri. 

Jujur banyak sekali pengetahuan baru yang saya dapatkan dari membaca buku ini. Mengenal Tibet dan Nepal lebih dekat, keadaan geografisnya dan tentu saja kebiasaan-kebiasaan masyarakat di sana, budaya dan spiritualitasnya. Nggak melulu membicarakan tentang pengalaman perjalan, mas Daniel juga curcol sedikit juga di buku ini, hihihi... Oia saya juga baru tahu tuh tentang AMS (Accute Mountain Sickness, wah terus buat penderita asma seperti saya ntar kalo kesampaian menginjak tanah Tibet apa kabar ya? :(

Saya juga suka covernya dengan foto rel kereta, jadi membuat saya membayangkan sedang berada di perjalanan menuju kota Lasha. Ditambah beberapa foto yang dilampirkan di dalam buku ini juga membantu kita memvisualisasikan tempat-tempat yang diceritakan oleh penulis.

Inti dari catatan perjalanan ini adalah jangan pernah takut untuk bermimpi. Jadi ayo-ayo siapa yang juga punya mimpi melakukan perjalanan seperti mas Daniel?
*ngacungin tangan sendiri

*Thanks bang Halmi atas pinjaman bukunya :)

Selamat membaca :)

Kamis, 10 Oktober 2013

Danur by Risa Saraswati

Danur by Risa Saraswati




Penulis | Risa Saraswati
Penerbit | BUKUNE
Tahun Terbit | 2011
Halaman | 216 hlm
ISBN | 602-220-019-9



"Namaku Risa. Aku bisa melihat 'mereka'. Dan 'mereka', sesungguhnya, hanya butuh didengar".

Buku ini bercerita tentang Risa yang saat duduk di kelas 5 SD harus pindah ke rumah neneknya di Bandung yang merupakan bangunan peninggalan Belanda. Di sinilah Risa menemukan kelebihan pada dirinya, yaitu ia dapat berkomunikasi dengan makhluk kasat mata, yaitu Peter, Hans, Hendriick, William dan Jahnsen. Sejak saat itu mereka pun bersahabat.

Persahabatan mereka sangat erat, sampai akhirnya Risa ingin terus bersama-sama dengan mereka. Risa pun sampai pernah memutuskan untuk bunuh diri agar bisa terus bersama-sama dengan kelima sahabatnya itu. Tetapi hal itu justru membuat Peter marah kepadanya dan disusul juga dengan kemarahan keempat sahabatnya yang lain. Mereka pun memutuskan untuk meninggalkan Risa. Risa pun merasa sangat kehilangan kelima sahabatnya itu.

Risa pun beranjak remaja. Walau dia terus dihantui dengan rasa rindu kepada lima sahabatnya itu, mereka tetap tidak pernah datang mengunjungi Risa. Risa pun berusaha menyibukkan diri. Tapi tanpa disadari, pada saat itu Risa justru dihadapkan pada hantu-hantu lainnya. Awalnya Risa menolak untuk berkomunikasi dengan mereka, tetapi akhirnya ia menyerah dan berusaha membantu mereka, walau terkadang hanya sekedar mendengarkan mereka bercerita tentang kisah hidup mereka. 

Risa sangat menyukai musik. Tanpa disadari, justru karena hobinya itulah ia dapat bertemu kembali dengan para sahabatnya.

Buku ini memang bergenre horor, tetapi horor yang satu ini disajikan dengan cara yang berbeda. Saya yang memang sangat menghindari buku yang bergenre horor, tetapi ketika membaca buku ini justru tidak merasa takut sama sekali. Justru dengan membaca buku ini kita bisa tahu kalau 'mereka' juga memiliki sisi-sisi melankolis, bisa sedih, ingin bermain dan berteman, sama seperti manusia juga. Selain itu, satu hal penting yang ingin disampaikan oleh Risa  adalah tentang nilai persahabatan.

Satu yang paling saya suka adalah buku ini juga disertai ilustrasi. Yang paling suka adalah ilustrasi noni belanda di bagian paling depan buku ini. Covernya juga kreatif, pada tulisan danurnya dilubangi. Tetapi memang agak rentan untuk sobek ya. Jadi jangan lupa buat disampul ya teman-teman :)
*padahal punya sendiri juga belum disampul :p

Buat kalian yang nggak terlalu suka yang horor-horor, buku ini cocok nih untuk kalian.
Selamat membaca ya :)