Jumat, 11 Oktober 2013

Perjalanan ke Atap Dunia by Daniel Mahendra



Penulis | Daniel Mahendra
Penerbit | Medium Publishing
Tahun Terbit | 2012
Halaman | 356
ISBN | 9786028144155 


"Bacalah tentang Cina dengan segenap kedigdayaan ekonomi dan budayanya. Tetapi tak baik melupakan Tibet dan Nepal karena keduanya merupakan sumber pengetahuan terpenting tentang alam, manusia, spritiualitas, politik, seni dan budaya.


Bagi yang merasa mustahil ke sana, nikmatilah buku liputan perjalanan ini karena memang menyediakan eksotisme kelas tinggi. Bagi yang ingin segera ke sana, baca dan bawalah buku ini sebagai karib perjalanan.


Royalti buku ini oleh sang penulisnya didedikasikan untuk amal kegiatan Rumah Dunia, sebuah komunitas belajar sastra, jurnalistik, teater, seni rupa, seni suara, juga film, yang dibidani oleh Gol A Gong dan Tias Tatanka di kota Serang, Banten."


Buku ini bercerita tentang catatan perjalanan penulis dalam meraih mimpinya untuk berkunjung ke negeri atap dunia (Nepal dan Cina).

Di awal membaca buku ini saya merasa sedikit bosan tetapi makin berpindah halaman rasa penasaran saya datang perlahan-lahan. Gaya bahasanya ringan dan mampu memancing kita untuk membayangkan bagaimana visual dari cerita-ceritanya itu sendiri. 

Jujur banyak sekali pengetahuan baru yang saya dapatkan dari membaca buku ini. Mengenal Tibet dan Nepal lebih dekat, keadaan geografisnya dan tentu saja kebiasaan-kebiasaan masyarakat di sana, budaya dan spiritualitasnya. Nggak melulu membicarakan tentang pengalaman perjalan, mas Daniel juga curcol sedikit juga di buku ini, hihihi... Oia saya juga baru tahu tuh tentang AMS (Accute Mountain Sickness, wah terus buat penderita asma seperti saya ntar kalo kesampaian menginjak tanah Tibet apa kabar ya? :(

Saya juga suka covernya dengan foto rel kereta, jadi membuat saya membayangkan sedang berada di perjalanan menuju kota Lasha. Ditambah beberapa foto yang dilampirkan di dalam buku ini juga membantu kita memvisualisasikan tempat-tempat yang diceritakan oleh penulis.

Inti dari catatan perjalanan ini adalah jangan pernah takut untuk bermimpi. Jadi ayo-ayo siapa yang juga punya mimpi melakukan perjalanan seperti mas Daniel?
*ngacungin tangan sendiri

*Thanks bang Halmi atas pinjaman bukunya :)

Selamat membaca :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar