Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan. Tampilkan semua postingan

Senin, 21 Oktober 2013

Tutur Gayo by Yusradi Usman al-Gayoni


Penulis | Yusradi Usman al-Gayoni
Penerbit | Mahara Publishing
Tahun Terbit | 2012
Halaman | 84
ISBN | 9786021808



"Buku ini berisi tentang pengertian, faktor sosio-kultural munculnya, klasifikasi, pembagian, fungsi, kurangnya penggunaan, dan adanya bentuk (variasi) tutur baru. Sebab, dalam perkembangan kekinian masyarakat Gayo, tutur kurang dikenal. Bahkan, ada kecenderungan mulai ditinggalkan."


.....oOo.....

Buku ini berisi tentang tutur dalam masyarakat Gayo. Gayo adalah nama sebuah suku di Aceh Tengah. Seperti suku-suku pada umumnya, suku Gayo juga memiliki tutur dalam  kebudayaannya. Selain berisi tentang penjelasan serta daftar tutur yang umum digunakan dalam suku Gayo, buku ini juga berisi tentang penjelasan sebab-sebab lunturnya pengunaan tutur pada masyarakat Gayo. 

Buku ini menurut saya sangat membantu sekali bagi anak-anak muda Gayo yang sekarang sudah kurang menggunakan tutur dalam kehidupan sehari-hari. Karena menurut buku ini, penggunaan tutur dalam masyarakat Gayo sendiri sudah sangat luntur. Oleh karena itu, salah satu tujuan penulis menulis buku ini adalah untuk tetap melestarikan penggunaan tutur dalam bermasyarakat.

Buku ini juga memiliki jilid keduanya yang tentu saja lebih lengkap dari jilid pertama ini. Pada covernya terlihat juga ukiran kerawang. Kerawang sendiri merupakan motif khas dari masyarakat Gayo itu sendiri. Dari segi tampilan, menurut saya masih seperti semacam artikel, jadi masih kurang menarik perhatian untuk dibaca.  Tetapi untuk pelestarian budaya, tentu buku ini sangat dibutuhkan sekali.


Mari membaca :)

Jumat, 11 Oktober 2013

Perjalanan ke Atap Dunia by Daniel Mahendra



Penulis | Daniel Mahendra
Penerbit | Medium Publishing
Tahun Terbit | 2012
Halaman | 356
ISBN | 9786028144155 


"Bacalah tentang Cina dengan segenap kedigdayaan ekonomi dan budayanya. Tetapi tak baik melupakan Tibet dan Nepal karena keduanya merupakan sumber pengetahuan terpenting tentang alam, manusia, spritiualitas, politik, seni dan budaya.


Bagi yang merasa mustahil ke sana, nikmatilah buku liputan perjalanan ini karena memang menyediakan eksotisme kelas tinggi. Bagi yang ingin segera ke sana, baca dan bawalah buku ini sebagai karib perjalanan.


Royalti buku ini oleh sang penulisnya didedikasikan untuk amal kegiatan Rumah Dunia, sebuah komunitas belajar sastra, jurnalistik, teater, seni rupa, seni suara, juga film, yang dibidani oleh Gol A Gong dan Tias Tatanka di kota Serang, Banten."


Buku ini bercerita tentang catatan perjalanan penulis dalam meraih mimpinya untuk berkunjung ke negeri atap dunia (Nepal dan Cina).

Di awal membaca buku ini saya merasa sedikit bosan tetapi makin berpindah halaman rasa penasaran saya datang perlahan-lahan. Gaya bahasanya ringan dan mampu memancing kita untuk membayangkan bagaimana visual dari cerita-ceritanya itu sendiri. 

Jujur banyak sekali pengetahuan baru yang saya dapatkan dari membaca buku ini. Mengenal Tibet dan Nepal lebih dekat, keadaan geografisnya dan tentu saja kebiasaan-kebiasaan masyarakat di sana, budaya dan spiritualitasnya. Nggak melulu membicarakan tentang pengalaman perjalan, mas Daniel juga curcol sedikit juga di buku ini, hihihi... Oia saya juga baru tahu tuh tentang AMS (Accute Mountain Sickness, wah terus buat penderita asma seperti saya ntar kalo kesampaian menginjak tanah Tibet apa kabar ya? :(

Saya juga suka covernya dengan foto rel kereta, jadi membuat saya membayangkan sedang berada di perjalanan menuju kota Lasha. Ditambah beberapa foto yang dilampirkan di dalam buku ini juga membantu kita memvisualisasikan tempat-tempat yang diceritakan oleh penulis.

Inti dari catatan perjalanan ini adalah jangan pernah takut untuk bermimpi. Jadi ayo-ayo siapa yang juga punya mimpi melakukan perjalanan seperti mas Daniel?
*ngacungin tangan sendiri

*Thanks bang Halmi atas pinjaman bukunya :)

Selamat membaca :)