Kamis, 12 Desember 2013

Ink Exchange by Melissa Marr



Penulis | Melissa Marr
Penerbit | PT. Gramedia Utama
Tahun Terbit | 2010
Halaman | 348 
ISBN | 9789792249804



Leslie yang baru berusia tujuh belas tahun tidak tahu menahu tentang para faery maupun intrik mereka. Ketika tertarik pada tato mata dan sayap yang aneh namun sangat indah, gadis ini hanya tahu bahwa ia harus punya tato seperti itu, yakin tato tersebut simbol nyata perubahan yang amat diinginkannya dalam hidupnya sendiri.

Tato itu memang mendatangkan perubahan -- tapi bukan seperti yang diinginkan Leslie, melainkan perubahan-perubahan mengerikan dan memaksa. Perubahan-perubahan itu menyeret Leslie makin dalam memasuki dunia faery. Ia tak mampu melawan daya pikirnya, dan tidak berdaya.

......oOo.....


Buku ini bercerita tentang Leslie, gadis yang masih duduk di bangku SMA tetapi sudah harus dihadapkan dengan permasalahan keluarga yang pelik. Ibunya lari dari rumah, ayahnya yang alkoholic dan abangnya yang menjadi pecandu narkoba. Dengan kondisi rumah yang tidak kondusif, Leslie memilih untuk mengambil kerja sambilan sebagai pelayan sebuah restoran dari sore hingga malam hari. Hal itu dilakukan untuk mendapatkan biaya hidupnya sehari-hari dan membayar tagihan-tagihan rumah tangga.

Suatu hari Leslie memutuskan untuk memasang tato pada tubuhnya. Di studio Rabbit lah ia memutuskan untuk melakukannya dan di studio inilah pertama kalinya ia bertemu dengan Irial, Raja Istana Kegelapan. Ia juga tidak tahu bahwa Irial sedang mencari seorang mortal (manusia) untuk melakukan pertukaran tinta dengan dirinya lewat tato. Ini dilakukannya untuk membantu rakyatnya yang makin lama kian melemah.

Di sekolah, Leslie memiliki seorang sahabat yang bernama Aislinn yang juga tanpa sepengetahuannya adalah Ratu Musim Panas. Aislinn hampir selalu terlihat bersama-sama Keenan, padahal Aisliin sendiri sudah memiliki seorang pacar, Seth. 

Aislinn tidak pernah mengira Leslie adalah sasaran Irial sebagai target Irial, padahal ia sudah menugaskan Niall untuk mengawasi Leslie. Di samping itu ternyata Leslie menaruh perhatian lebih pada Niall, begitu pun sebaliknya.

Akhirnya. hari pertukaran tinta itu pun tiba. Tinta yang bercampur dengan darah Irial pun ditransfer ke tubuh Leslie lewat tato yang telah dipilih Leslie. Perubahan pun pada Leslie. Awalnya ia mengira ia hanya berhalusinasi ketika melihat sosok-sosok aneh yang ditemuinya sepanjang perjalanan. Sampai akhirnya ia mengetahui semuanya. Tentang pertukaran tinta. Tentang dunia faery. Tentang Irial yang sebenarnya adalah Raja Istana Kegelapan. Tentang Keenan yang adalah Raja Musim Panas dan Aislinn adalah ratu Musim Panas. Semuanya pun berubah. Tetapi perubahan iitu berbeda dari yang diharapkan Leslie.

Setelah itu, yang awalnya Leslie sangat membenci Irial, ternyata berubah menjadi mendambanya. Akankah Leslie berpindah hati pada Irial? Lalu apa yang akan ternyadi dengan Niall?

Dari pertama kemunculannya sebenarnya saya lebih suka tokoh Irial dibandingkan Niall, tetapi ternyata Leslie lebih berjodoh dengan Niall. Keren ih Irial, berani mempertaruhkan segalanya untuk wanita yang dicintainya itu.

Terjemahannya lumayan agak sulit dicerna, tetapi kalau dibaca perlahan cukup membantu. Karena ini buku ini ada lanjutannya lagi, endingnya agak gantung. Mungkin akan berlanjut ke buku selanjutnya, entahlah...


Mari membaca :)

Rabu, 11 Desember 2013

Love on The Blue Sky by Mya Ye




Penulis | Mya Ye
Penerbit | PT Gramedia Media Utama
Tahun Terbit | 2011
Halaman | 192
ISBN | 9789792264562




Di usia dua puluhan, Amanda yang cerdas dan berpendirian teguh sudah mandiri, kariernya di sebuah bank swasta melesat pesat. Ia sangat yakin dengan cintanya terhadap Alex. Pria itu adalah segalanya baginya. Kekasihnya. Sahabatnya. Sandaran hidupnya. Orang yang selalu membuatnya tegar. Bahkan ketika mereka harus hidup berjauhan, Amanda ditugaskan sebagai kepala cabang di kota kecil yang sepi dan Alex meneruskan studinya untuk meraih gelar master di Eropa.

Demi cintanya, Amanda mengabaikan masa lalu Alex dan keluarganya yang tidak bersimpati pada Amanda. Ia setia menunggu Alex kembali ke Indonesia. Ia menjauhi Dion, pria yang dikenalnya di tempat tugas barunya itu dan sangat memperhatikannya.

.....oOo.....

Buku ini bercerita sepenuhnya tentang Amanda, tokoh utamanya. Amanda adalah wanita mandiri yang ternyata harus rela dipindah tugaskan oleh atasannya ke sebuah kota kecil di Sumatera sebagai kepala cabang sebuah bank swasta. Pada awalnya Amanda sulit sekali beradaptasi dengan suasana dan orang-orang di kota tersebut, tetapi lambat laun itu pun teratasi. Lagipula di sana terdapat pantai yang memang merupakan hal yang disukai Amanda.

Alex adalah seorang lelaki yang hadir di kehidupan Amanda. Lelaki yang awalnya hanya dianggap Amanda sebagai sosok abang ini akhirnya menempati ruang spesial di hati Amanda. Alex pun merasakan hal yang sama dengan Amanda. Tetapi karena keadaan mereka dipisahkan oleh jarak. Alex yang harus melanjutkan studinya ke London. sedangkan Amanda harus dipindah tugaskan ke kota lain. Walaupun begitu, komunikasi mereka tetap lancar.

Di kota barunya, Amanda juga bertemu Doni yang terang-terangan menunjukkan ketertarikannya kepada Amanda. Tetapi karena rasa setianya terhadap Alex, Amanda tidak menghiraukan perasaan Doni dan hanya menganggapnya sebagai teman biasa saja.

Masalah muncul ketika Alex yang ternyata lebih cepat seminggu kembali ke Indonesia dari yang diceritakannya pada Amanda. Hal ini diketahui Amanda dari sahabatnya Novi yang kebetulan melihat hal itu di Bandara. Kemudian ditambah lagi Alex memutuskan untuk mengakhiri hubungan mereka ketika datang berkunjung ke kota tempat Amanda bekerja. Hal itu tentu saja membuat Amanda kaget dan terpukul karena ia harus kehilangan pilarnya. 

Masih banyak beberapa masalah kejutan lainnya, mau tau endingnya? Silahken dibaca aja ya teman-teman :)

Novel ini sangat kental dengan nilai religiusnya. Amanda yang dari kecil SMP memang sudah terbiasa dengan aktivitas religiusnya dan sampai akhirnya juga harus mengalami pergolakan batin dan kepercayaan terhadap Tuhan ketika ia mengalami masalah yang bertubi-tubi di penghujung cerita.

Dari segi cover buku ini lumayanlah, bisa mewakilkan ceritanya. Karena halamannya sedikit dan tulisannya tidak terlalu kecil, buku ini bisa kita selesaikan dalam sekali duduk.

Membaca buku ini jujur saya sedikit merasa bosan. Alurnya juga agak datar, konfliknya pun standar. Kurang greget menurut saya. Akhir ceritanya juga gantung, kasian si Doni cuma jadi semacam tokoh numpang lewat aja. 

Mari membaca :)

Selasa, 10 Desember 2013

Hadiah dari Jenk Diah

Assalammu'alaikum wr wb

Sihiiiiiy kemarin siang pak pos ngetuk pintu dan membawa sebuah paket dari Kendari sana. Asyiiiiik....
Nah dari project #31Hari BerbagiBacaan yang lalu karena jumlah postingan saya lebih banyak dari jenk Diah, jadilah saya yang berhak mendapat hadiah.

Nah ini dia hadiahnya....




Thanks ya jenk Diah.
Ini jenk Diah kayaknya sengaja ngasih buku biar ini blog tetap di update walau projectnya kelar nih kayaknya...
*kedip-kedip ke jenk Diah


Maen ke blog bukunya jenk Diah ya teman-teman >> Ruang Baca Diah 


Jumat, 06 Desember 2013

Member ke-200 di BBI

Assalammu'alaikum wr wb

Yipiiiii....
Akhirnya di tanggal 14 November 2013 lalu sayanya di-app sebagai member Blogger Buku Indonesia, yang ke-200 pula oleh mbak Ren Puspita (/ >o<)/



Hehehe sebenarnya masih ngeraba-ngeraba juga sih tentang BBI ini, moga aja banyak manfaatnya ya :)

Kamis, 31 Oktober 2013

Orange by Windry Ramadhina




Penulis | Windry Ramadhina
Penerbit | Gagas Media
Tahun Terbit | 2008
Halaman | 286
ISBN | 9789797802493

"Dikuncinya pintu di belakangnya lalu ia bersandar lemas pada pintu tersebut. Ia seperti dipaksa menyadari kenyataan. Konyol rasanya, bercinta dengan Diyan di dalam kamar yang penuh dengan kenangan mengenai Rera.

Ah, dirinya kesal setengah mati.

Faye ditunangkan. Tanpa dasar cinta dan murni karena alasan bisnis. Calon tunangannya, Diyan, adalah eligible bachelor yang paling diinginkan di Jakarta. Laki-laki yang tak bisa melepas kenangan masa lalunya dengan seorang model cantik blasteran Prancis.

Harusnya hubungan mereka hanya sebatas ikatan artifisial saja. Tapi cinta, ego, dan ambisi yang rumit mendorong mereka ke situasi yang lebih emosional. Situasi yang mengharuskan mereka memilih dan melepaskan. 

Pertanyaannya: apa... dan siapa? "


.....oOo.....


Lagi-lagi saya menyajikan resensi buku lama lagi ya, hehehe...

Buku ini berisi tentang kisah cinta segi empat. Faye yang yang dijodohkan dengan Diyan. Lalu Diyan yang sebenarnya masih terjebak dengan nostalgia mantan pacarnya, Rera. Dan juga ada Zaki yang kebetulan adalah adiknya Diyan yang juga jatuh cinta pada Faye. Pada akhirnya Faye yang sangat mencintai fotografi itu akhirnya tetap menjalani pertunangan dengan Diyan, di penggila kerja. Munculnya Rera tentu saja menimbulkan dilema bagi Diyan. Sedangkan Faye juga bingung saat mengetahui  kalau Zaki jatuh cinta padanya. Terkadang cinta itu datang di saat yang tidak tepat ya. Seperti salah satu kutipan di dalam buku ini nih "Bagian tersulit saat mencintaimu adalah melihatmu mencintai orang lain".

Buku ini lebih bergenre metro pop. Setting cerita yang disajikan hampir mirip dengan di sinetron-sinetron yang menceritakan tentang pasangan yang awalnya dijodohkan lalu jatuh cinta dan berakhir bahagia. Tetapi tetap saja ada banyak hal menarik juga yang bisa kita dapatkan dari untaian kalimat-kalimat yang disajikan penulis.

Seperti karakter-karakter tokohnya yang kuat. Konflik yang dihadirkan juga bikin kita penasaran dengan kelanjutan ceritanya. Hati-hati ya ikut terbawa suasana juga saat membaca buku ini. Saya sendiri sempat sebel sekali sama tokoh Diyan. Saat membaca buku ini saya lebih memakai sudut pandangnya Faye. Makanya sempat sebel sama Diyannya, sampai akhirnya saya  juga ikutan jatuh cinta sama Diyan. Pokoknya pas bacanya perasaan saya agak sedikit diobok-obok gitu ceritanya. Baiklah abaikan bagian ini :p

Dari segi cover, seperti biasa saya ini adalah orang sering jatuh cinta sama cover sebuah buku. Menurut saya, covernya lebih menceritakan tentang Faye. Faye yang memang berprofesi sebagai fotografer dan tentang kesukaan Faye terhadap jeruk. Saya juga sangat menyukai bagian dari buku ini yang mengulik tentang fotografinya. Karena menurut saya kamera yang masih menggunakan film itu seksi dan nggak gampang. 

Kekurangan buku ini menurut saya masih banyak yang typo aja. Selebihnya saya cinta mati sama buku ini. Buktinya, pertama kali baca buku ini sebenarnya cuma minjem dari teman. Tapi saya rela nyari terus dimiliki sendiri, eh taunya baru tahun 2012 lalu nemu lagi. Sekarang jadi mudah kan kalo mau baca ulang kapan pun saya mau :)

Mari membaca :)

Rabu, 30 Oktober 2013

By the River Piedra I Sat Down and Wept by Paulo Coelho




Penulis | Paulo  Coelho
Penerbit | Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit | 2005 
Halaman | 224
ISBN | 9792217495





"Cinta adalah perangkap. Ketika ia muncul, kita hanya melihat cahayanya, bukan sisi gelapnya" 


Begitulah yang semula dipercaya Pilar. Tapi apa yang terjadi ketika ia bertemu kembali dengan kekasihnya setelah sebelas tahun terpisah? Waktu menjadikan Pilar wanita yang tegar dan mandiri, sedang cinta pertamanya menjelma menjadi pemimpin spiritual yang tampan dan karismatik. Pilar telah belajar mengendalikan perasaan-perasaannya dengan sangat baik, sementara kekasihnya memilih religi sebagai pelarian bagi konflik-konflik batinnya. Kini mereka bertemu kembali dan memutuskan melakukan perjalanan bersama-sama. Perjalanan itu tidak mudah, sebab dipenuhi sikap menyalahkan dan penolakan yang muncul kembali setelah lebih dari sepuluh tahun terkubur dalam-dalam di hati mereka. Dan akhirnya, di tepi Sungai Piedra, cinta mereka sekali lagi dihadapkan pada pertanyaan-pertanyaan terpenting yang bisa disodorkan kehidupan.


.....oOo.....



Buku ini bercerita tentang persahabatan seorang wanita dan seorang laki-laki.  Mereka adalah si wanita, Pilar yang sudah lama terpisah dengan sahabatnya, yang tidak disebutkan namanya oleh penulis. Setelah lama mereka tidak pernah berkomunikasi, pada suatu hari Pilar mendapat undangan dari sahabatnya itu untuk menghadiri acara dimana ia akan memberikan ceramah. Ternyata, pertemuan mereka tidak sampai di situ saja. Sahabatnya mengajak Pilar untuk ikut dalam perjalanannya. Sejak itulah mereka berdua dihadapkan dengan pergolakan untuk menahan perasaan yang bernama CINTA. 

Pilar terus berusaha menolak mengaku bahwa ia telah jatuh cinta kepada sahabatnya, sedangkan sahabatnya juga bimbang untuk bertahan dengan cintanya terhadap Pilar atau memilih jalan religi untuk menjadi pastor. 

Selama perjalanan itu banyak hal yang mereka bicarakan. Dari obrolan mereka sepanjang melakukan perjalanan itu, mereka banyak mengorek kenangan-kenangan mereka saat bersama dulu. Kenangan-kenangan itu sangat berpengaruh pada konflik batin yang mereka alami. Pilar juga sering kali berubah pikiran. Terkadang egonya berusaha menepis rasa itu dan memilih untuk kembali melanjutkan apa yang sudah ia lakukan selama ini, tetapi terkadang hati kecilnya juga tidak bisa berbohong kalau ia ingin terus bersama dengan sahabatnya itu. Pertimbangan dan konflik batin itu terus terjadi selama perjalanan Pilar menemani sahabatnya. Selama perjalanan itu juga tidak jarak terjadi mereka saling menyalahkan atas apa yang pernah terjadi di masa lalu. Akhirnya di tepi sungai Piedra lah keputusan itu datang. Keputusan yang tidak kita duga.

Aroma religi sangat kental disajikan di buku ini. Ada kalimat yang saya suka di buku ini, "Tuhan ada dimana-mana, tetapi orang berpikir mereka harus mencari-cari".

Karena jarang baca buku terjemahan rada sulit buat nyerna ceritanya, banyak kata-kata yang rumit. Atau karena om Paulo yang ketinggian ya bahasanya? hehehe... Jujur ini adalah buku Paulo Coelho pertama yang saya baca.  Jadi buat yang ingin melahap buku ini harus siap-siap berhadapan banyak kata-kata yang bikin kita agak berpikir keras nih teman-teman :p

Mari Membaca :)

Selasa, 29 Oktober 2013

Saga no Gabai Bachan by Yoshichi Shimada




Penulis | Yoshichi Shimada
Penerjemah | Indah S. Pratidina
Penerbit | Kansha Book
Tahun terbit | 2011
Halaman | 264
ISBN |  9786029719628

"Akihiro yang kehilangan ayahnya setelah Hiroshima dibom, terpaksa berpisah dari ibu untuk tinggal bersama neneknya di Saga. Meskipun keluarganya hidup prihatin, namun kehidupan di Saga satu peringkat lebih miskin. Tetapi sang nenek selalu punya ratusan akal untuk meneruskan kehidupan dan membesarkan cucunya.


Dengan ide-ide cemerlang sang nenek, kehidupan selalu mereka jalani penuh tawa. Sulit memang, tapi menarik dan mengasyikkan. Namun waktu terus berjalan dan tibalah hari ketika Akihiro harus mengambil keputusan. Dia harus memilih antara Nenek dan Saga yang dia cintai atau mengejar mimpi-mimpinya.



Diterjemahkan langsung dari Bahasa Jepang oleh Indah S. Pratidina, buku ini akan membuat kita tersenyum, terenyuh, dan mungkin berpikir ulang tentang nilai-nilai kesederhanaan. "



Ceritanya bersetting pada masa pasca Perang Dunia Kedua, lebih tepatnya pasca meledaknya bom Hiroshima. Buku ini bercerita tentang kisah penulis buku ini sendiri, Akhiro. Akihiro memang tinggal di kota Hiroshima bersama ayah, ibu dan kakak-kakaknya. Tetapi ayah Akihiro meninggal karena terkena radiasi bom Hiroshima.  Karena kesulitan ekonomi dan ibunya harus bekerja di pub, maka ibunya mengirimkan Akihiro kepada neneknya secara diam-diam.

Akihiro dikirim ke kota Saga tempat neneknya, nenek Osano tinggal. Nenek Osano sendiri sebenarnya hanya bekerja sebagai pembersih sekolah di sana dan hidup serba kekurangan. Walau hidup dengan serba kekurangan, nenek Osano tidak pernah merasa kurang, melainkan selalu merasa cukup. 

Awalnya Akihiro sangat kaget ketika datang ke Saga, karena oleh nenek Osano membiasakan Akihiro untuk melakukan semua pekerjaan sendiri, mulai memasak sampai bersih-bersih. Tetapi dari situlah nenek Osano mengajarkan arti kehidupan kepada Akihiro. Nenek Osano juga selalu mengajarkan kepada Akihiro untuk selalu berpikir positif, mencintai lingkungan, belajar hidup hemat dan selalu optimis.

Paling seneng sama prinsip nenek Osano, walau hidup sederhana tetapi nenek Osano selalu mengajarkan Akihiro untuk memilih ceria daripada menjadi muram. Nenek Osano selalu merasa kebahagiaan itu bukan ditentukan oleh uang, melainkan dari hati. 

Dari buku ini kita ditegur untuk tidak mubajir dan selalu bersyukur dengan apa yang kita miliki. Ini terlihat dari kebiasaan nenek Osano yang memanfaatkan ranting dan sisa sayuran dari pasar yang dibuang ke sungai yang kemudian  mengalir di depan rumah mereka. Nenek Osano juga selalu berjalan sambil membawa magnet yang diikatkan pada tali yang dapat ditariknya, sehingga dapat mengumpulkan logam-logam yang jika setelah dikumpul banyak bisa dijualnya. Nenek Osano selalu memperhatikan sesuatu yang kadang kita anggap sepele tetapi padahal bisa kita manfaatkan,

Karena  ini merupakan buku terjemahan, ada beberapa kata yang kadang-kadang agak sulit dimengerti. Tapi terkadang juga disisipi candaan ringan dari nenek Osano. Beruntung saya mendapat kesempatan membaca buku ini. Nggak rugi pokoknya. Banyak sekali nilai-nilai moral yang bisa diserap dari buku ini.


Mari membaca :)

Senin, 28 Oktober 2013

Barcelona Te Amo by Kireina Enno



Penulis | Kireina Enno
Penerbit | Bukune
Tahun Terbit | 2013
Halaman | 266
ISBN | 9786022200901


Tadinya, musim panas selalu muram.
Lalu, dia datang dengan senyumnya yang indah;
ketika waktu mendamba detik-detik yang hangat dari matanya. Entah bagaimana, hati Katya begitu dingin ketika menepis uluran tangan laki-laki itu.

Kesepian pun menghantamnya.
Sepanjang La Rambla, angin menepi.
Sayap-sayapnya membawa Katya menari
di antara pilar-pilar Gothic Quarter yang sunyi.
Membangkitkan rindu kepadanya,
seperti ombak kepada pantai yang menunggu.

Maka, di sinilah Katya berada kini.
Menyambut genggaman tangannya.
Di Placa de Catalunya, tempat merpati bercengkrama.
Ketika matahari menyinari Barcelona.
Dia bagai musim panas yang begitu indah.
"Te amo," pelan ucap Katya.
Akankah dia dengar?

Te amo sempre


.....oOo.....

Buku yang merupakan salah satu rangkaian Bukune tentang 'Setiap Tempat Punya Cerita' ini sesuai dengan judulnya mengangkat Barcelona sebagai setting ceritanya. Saya lagi-lagi jatuh hati sama halaman sampul buku, ilustrasinya menggambarkan salah satu jalan di sudut Barcelona yang indah itu, membuat saya hanyut dan merasa benar-benar berada di Barcelona.

Di awal buku, kita akan disambut dengan prolognya yang bikin kita serba penasaran, siapakah dua tokoh yang diceritakan oleh mbak Enno di situ. Ternyata, tanda tanya besar itu baru terjawab saat hampir mendekati endingnya. 

Alurnya ceritanya mengalir dan tidak membosankan dan penokohannya juga memiliki karakter yang kuat.. Katya dengan sifatnya selalu mengalah, tidak neko-neko dan berbakat di bidang melukis. Sandra yang cantik, sangat percaya diri, egois dan suka memanfaatkan Katya. Evan yang selalu ada di setiap Sandra mengalami masalah. Dan Manuel, seorang kurator yang sering bersikap dingin, sinis dan tidak tertarik pada hubungan dengan wanita.

Katya dan Sandra adalah saudara sepupu. Sejak kedua orang tua Katya, ia diasuh oleh Om Prana, ayah Sandra. Karena itulah Katya sangat merasa bersyukur dan berusaha untuk belajar dengan baik agar bisa menyenangkan hati omnya. Tetapi di samping itu, Sandra selalu merasa ayahnya lebih sayang kepada Katya dan benci karena sering dibanding-bandingkan oleh papanya dengan Katya yang memang selalu menjadi anak yang baik dan tidak suka berulah. Karena itulah akhirnya Sandra merasa berhak untuk meminta Katya untuk melakukan semua yang diinginkannya.

Sedangkan Evan adalah sahabat mereka berdua. Suatu hari Sandra mengungkapkan rasa sukanya kepada Evan, tetapi Evan justru menolak. Sandra sangat kecewa, karena alasan Evan menolaknya adalah karena Evan juga merasa iya menyanyangi Katya. Sedangkan Katya sejak lama memang menyukai Evan, tetapi ia tidak ingin melihat Sandra sedih. Ketika itulah Katya memutuskan untuk menerima tawaran omnya untuk melanjutkan kuliah di Barcelona.

Suatu hari, saat musim semi di Barcelona, Katya tidak sengaja bertabrakan dengan Manuel. Dan tanpa diduga, Manuel adalah seorang kurator yang tertarik pada lukisan Katya yang dipajang di sebuah galeri kecil, tempat Katya bekerja. Manuel pun mengajak Katya dalam sebuah proyek pameran besar, tetapi Katya malah menolaknya.

Nah pada penasaran kan?
Ayo baca sendiri ya lanjutannya...

Deskripsi mbak Enno tentang lokasinya juga jelas, jadinya berasa beneran lagi di Eropa sana kitanya. Ajib nih mbak Enno risetnya, serba detail. Di awal chapternya juga kita disuguhi sama ilustrasi kota Barcelona juga, huaaaa suka sekali kalo ada yang beginian...

Lagi-lagi saya jatuh cinta sama tokoh laki-laki ciptaan mbak Enno, Manuel Estefan (Abe maafkan saya menduakan kamu...). Seperti biasa, cerita ini manis mbak Enno, walau sebenarnya pengennya cerita tentang Katya dan Manuelnya agak dipanjangin lagi. 


Mari Membaca :)


Minggu, 27 Oktober 2013

Aerial by Sitta Karina



Penulis | Sitta Karina
Penerbit | Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit | 2009
Halaman | 332
ISBN |  9789792243116


"Kamu familiar. Bau darahmu familiar."
"Aku sama sekali tidak mengenalmu."
"Kamu tahu siapa aku, putri."

Sadira si Putri Matahari dan Hassya sang Pangeran Kegelapan merupakan musuh bebuyutan dari dua negeri yang saling bertolak belakang; yang satu menjadikan matahari sebagai sumber hidupnya, satu lagi akan terbakar apabila terpapar langsung oleh sinarnya. Awalnya Sadira berpikir klan Kegelapan  adalah sekumpulan monster sampai tanpa sengaja ia diselamatkan oleh Hassya yang berkulit pucat, tampan, dingin, seenaknya sendiri, namun memiliki sorot mata yang jujur.

Menurut ramalan kuno, apabila mereka bersatu maka kedua bangsa tersebut akan menghadapi kehancuran. Namun Hassya bertekad akan melawan apa pun yang menghalangi mereka dan menjadi pelindung bagi Sadira.

Untuk mencegah kehancuran tersebut, Antya, adik Sadira, dan Linc, si kuda terbang putih, berusaha memanggil penolong dari dunia lain--- Laskar dan Sashika, pelajar SMU Surya Ilmu--- dunia yang hutannya tidak seindah di negeri mereka dan dipenuhi bangunan pencakar langit.

Dunia yang akan mendukung cinta Sadira dan Hassya sepenuhnya.



.....oOo.....



Sadira adalah seorang Puteri Matahari. Berbeda dengan puteri kebanyakan, Sadira justru lebih suka berpetualang dan tertarik dengan bela diri. Sedangkan Hassya adalah seirang Pangeran Kegelapan yang seperti penghuni Negeri Kegelapan pada umumnya memiliki perawakan dengan wajah putih pucat.

Aerial adalah sebuah tempat yang memiliki sungai dan hutan yang cantik. Sejak dulu kedua negeri memang saling bermusuhan. Aerial adalah tempat yang tidak berpenghuni dan merupakan tempat yang terlarang. Di sanalah suatu hari, tanpa sengaja mereka bertemu. Dari sinilah dimulai cerita tentang mereka berdua.

Perkenalan mereka dimulai dari rasa saling memusuhi. Sadira yang menganggap klan kegelapan adalah sekumpulan monster dan Hassya yang menganggap klan Sadira adalah musuh besar klannya. Tapi tanpa mereka sadari, dengan seiring waktu muncul rasa ketertarikan di antara mereka berdua.

Walau begitu, dengan adanya ramalan kuno yang melarang adanya pernikahan di antara kedua klan, mereka pun mengalami banyak hambatan untuk bersatu. Dan ternyata, bukan mereka saja yang terjebak dengan kisah percintaan itu. Salah satu teman Sadira juga, Isla jatuh cinta pada seorang pemuda dari klan kegelapan. Mereka berempat akhirnya bersama-sama berusaha untuk menghentikan pertikaian antara kedua negeri mereka. Selain itu mereka juga dibantu oleh adik Sadira, Antya bersama Linc, kuda terbang yang berusaha untuk memanggil penolong dunia lain, Laskar dan Sashika.

Apakah mereka akan berhasil?
Ayo pada baca sendiri ya :)

Lagi-lagi saya tergoda sama sampul buku saat membeli buku ini. Cerita fantasi yang cukup menarik untuk diikuti. Alur ceritanya juga mengalir, tidak monoton. Tokohnya sebenarnya hampir-hampir mirip dengan cerita fantasi kebanyakan, ada seorang pangeran dan seorang puteri yang bertemu dan lalu jatuh cinta. Walau begitu saya tetap suka dengan penokohan mereka dan ceritanya juga manis.

Tetapi pada bagian akhirnya yang agak kurang sreg buat saya, ketika ada 2 tokoh baru yang muncul, yaitu Laskar dan Sashika. Kurang dapet aja jadinya endingnya menurut saya dan agak dipaksakan juga kesannya.

Oia, katanya buku ini ada sekuelnya juga. Sayang saya belum nemu bukunya. Penasaran juga apa lanjutan ceritanya. Apa mungkin juga ntar sekuelnya malah bahas Laskar sana Sashika kali ya?


Mari Membaca :)



Sabtu, 26 Oktober 2013

Ranu by Ifa Avianty & Azzura Dayana




Penulis | Ifa Avianty & Azzura Dayana
Penerbit | PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit | 2013
Halaman | 316
ISBN | 9786020212678


"Ranu. Manajer muda. Fotografer. High-cost traveler. Hidup dalam kenangan masa lalu yang pahit disebabkan beberapa kehilangan. Atas ide sohibnya yang kocak, gokil, dan backpacker abis bernama Dios, ia sepakat mengangkat kehidupan pedalaman di Pegunungan Baduy ke dalam sebuah film semidokumenter budaya.

Ide itu menyeretnya pada perjumpaan dengan sosok Ayuni. Fotografer kebanggaan Dios untuk proyek Baduy. Pendaki gunung yang tangguh namun pemurung dan cenderung ketus. Tapi Ranu justru berhasil menemukan sisi lain pada dirinya. Sebuah kelembutan bak bunga edelweiss dan kedamaian bak danau Ranu Kumbolo.

Clue apakah sebenarnya menghubungkan antara Ranu dan Ayuni? Bagaimana pula dengan Irene, sosok princess yang ada di hati Ranu maupun Ayuni? Benarkah jalan kehidupan mereka akan berubah?"

.....oOo...


Di awal buku saya agak terkecoh karena mengira tokoh utamanya adalah Ranu dan Irene, tetapi ternyata adalah Ranu dan Ayuni. Tetapi Irene dan Dios juga menjadi tokoh yang juga tidak kalah pentingnya. Malah justru lebih tepatnya buku ini kebanyakan hanya menceritakan tentang mereka berempat saja.

Dios yang seorang backpacker memiliki teman bernama Ayuni. Dios yang memang tipe ekstrovert atau bermulut ember sering sekali beradu mulut dengan Ayuni yang juga cenderung ketus. Karena itu, tidak jarang mengolok-ngolok mereka agar menjadi pasangan saja.

Sedangkan Ranu, adalah seorang pengusaha muda yang sedang larut dengan dukanya karena kehilangan dua wanita yang dicintainya, ibu dan wanita yang dicintainya. Suatu hari Ranu tanpa sengaha bertemu dengan Irene dan Tatia, puterinya. Sejak itu mereka menjalin pertemanan. Irene sendiri sebenarnya adalah sepupu dari Ayuni.

Mereka berempat kemudian dipersatukan oleh sebuah proyek film semidokumenter tentang budaya Baduy. Sepertinya penulis suka sekali dengan hal-hal yang serba kebetula, karena dalam buku ini banyak sekali kebetulan yang terjadi. Ranu yang jatuh cinta pada Aida yang ternyata mencintai Fajar, kakak Ayuni. Tetapi ternyata Aida dan Fajar kembali kepada Sang Pemilik terlebih dahulu. Rasa kehilangan yang mereka berdua alami tanpa disadari justru hilang ketika mereka berdua sadar bahwa ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. 

Penuturan kata-katanya apik dan mengalir, walau alurnya agak maju mundur ceritanya. Dari buku ini juga mendapat sedikit pengetahuan tentang suku Baduy. Awalnya saya kira, karena Ranu dan Ayuni adalah seorang fotografer, di dalam buku ini kita juga akan disuguhkan banyak foto, tetapi ternyata dugaan saya salah. Memang ada beberapa foto, tetapi itu juga tidak berwarna, sayang sekali. Lalu, walau pada sampul buku ini ada label 'Novel Islami' nya, tetapi pada kenyataannya nilai religius di dalam buku ini tidak terlalu ditampakkan penulis.

Untuk kalian yang sedang bersantai, buku ini cocok untuk kalian. Karena tampilan buku yang kecil, buku ini juga bisa dibaca dengan sekali duduk.

Mari Membaca :)

Jumat, 25 Oktober 2013

Jangan Tulis Kami Teroris by Linda Christanty



Penulis | Linda Christanty
Penerbit | KPG
Tahun Terbit | 2011 
Halaman | 147
ISBN | 9789799103505

"Setelah dari Jawa menuju Atjeh, dalam kumpulan tulisan ini Linda bertolak dari Aceh menuju kawasan yang lebih luas, yaitu Asia Tenggara. Dia mewawancarai berbagai macam kalangan, mulai dari anggota Forum Pembela Islam (FPI) dan Tokoh Gerakan Aceh Merdeka (GAM), hingga warga dari berbagai kalangan di Malaysia, Patani-Thailand Selatan dan Kamboja. Semua tempat, pengalaman dan reportase penulis membuka kesadaran kita bahwa ketidakadilan dan kesewenag-wenangan bisa terjadi dengan mengatasnamakan apa saja: suku, bangsa, agama, komunisme, nasionalisme bahkan demokrasi. Buah pemikiran Linda yang kritis dan mendalam juga menegaskan, orang-orang yang merasa terancam nyatanya juga menyatukan diri dalam identitas tunggal seperti penindas mereka. Buku ini menyuguhkan suatu jurnalisme yang kritis dan berani dengan narasi memikat-suatu pencapaian yang makin sayup dalam gemuruh media dewasa ini." 


........oOo........

Buku ini berisi tentang kumpulan catatan perjalanan jusnalime mbak Linda Christanty ke beberapa daerah di Indonesia dan beberapa negara.

Jujur selain karena saya penggemarnya mbak Linda, hal yang menarik perhatian saya adalah judul buku ini yang ada embel-embel terorisnya. Saya yang memang memang lahir dan besar di Aceh tentu saja penasaran dengan apa yang tersirat dari buku ini. Ternyata mbak Linda tidak hanya mengulik tentang terorisme di Aceh saja, tapi meluas juga ke negara tetangga, Thailand dan Kamboja.

Lagi-lagi, dengan membaca tulisan mbak Linda kita dibukakan mata dan hati tentang permasalahan sosial di sekitar kita yang terkadang tidak kita lirik sedikit pun.

Mari membaca :)

Kamis, 24 Oktober 2013

Rahasia Selma by Linda Christanty



Penulis | Linda Christanty
Penerbit | Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit | 2010
Halaman | 121
ISBN | 9789792256567 


"Setelah Kuda Terbang Mario Pinto karya Linda Christanty meraih Khatulistiwa Literary Award 2004 untuk kategori buku fiksi Indonesia terbaik, kini Linda kembali lagi dengan cerita-ceritanya tentang dunia hari ini dalam Rahasia Selma. Rahasia-rahasia orang yang melawan ketidakadilan, trauma, doktrin, mitos, kesunyian, atau bahkan apa yang mereka sendiri tidak tahu. Cerita-cerita ini meluaskan pandangan kita tentang manusia dan kemanusiaan, sampai ke batas-batas terjauh yang dimungkinkan. "



...........oOo............

Buku ini merupakan kumpulan cerita pendek karya Linda Christanty. Ada 11 cerita pendek yang terdapat di dalam buku ini, Rahasia Selma adalah salah satunya. Rahasia Selma sendiri bercerita tentang Selma, gadis kecil yang merasa kesepian dan memiliki rasa ingin tahu terhadap dunia luar. Kemudian Selma melakukan perjalanan ke dunia luarnya tanpa sepengetahuan siapapun, termasuk ibunya. Suatu hari, ibunya memberikannya kura-kura untuk dipelihara, sejak itu Selma tidak merasa kesepian lagi.

Cerpen-cerpen Linda Christanty lebih bersifat deskriptif sehingga tidak terlalu monoton pada dialog. Bahasa yang digunakan pun sangat sastra sekali. Pertama kali melihat buku ini, saya sangat tertarik pada gambar sampulnya. Awalnya saya mengira dari sampulnya yang colour full buku ini lebih dominan berisi tentang cerita yang ceria. Tetapi justru, cerpen-cerpennya didominasi dengan cerita tentang kesedihan dan kesepian. Walau begitu, buku inilah justru yang membuat saya jatuh cinta pada gaya menulis mbak Linda.  

Tidak mudah mendeskripsikan suatu kejadian, hal dan perasaan seperti yang ditulis mbak Linda. Hal-hal yang diangkat mbak Linda juga lebih mengarah pada masalah-masalah sosial yang keseringan tidak terlalu kita hiraukan. Tapi ya siap-siap berkelam-kelam ria ya sama cerita-ceritanya dan satu lagi, siap-siap ketemu sama kata-kata baru ya, atau mungkin kamu malah butuh kamus, hehehe...

Buat pecinta sastra dan lagi belajar membuat cerita deskriptif, buku ini cocok buat kalian.
Mari membaca :)


Rabu, 23 Oktober 2013

Waktu Aku Sama Mika by Indi




Penulis | Indi
Penerbit | Homerian Pustaka
Tahun Terbit | 2009
Halaman | 145
ISBN | 9789791745451




"Bima bilang, aku pasti tolol karena mau berpacaran dengan Mika.. Ia ilang, Mika itu aneh dan bukan orang yang pantas untuk dipacari. Aku tidak mengerti. Jadi aku tanyakan alasannya. Bima bilang, itu karena Mika sakit AIDS.

Aku bertanya pada Mika, "Apa AIDS membuatmu berhenti tertawa ketika kamu menonton Mr.Bean? Mika jawab, "Tidak".

"Apa AIDS membuatmu berhenti merasa bahwa cokelat M&M'S adalah yang paling enak?" Mika jawab, "Tidak".

"Apa AIDS membuatmu berhenti berpikir bahwa Tuhan itu ada?" Mika jawab, "Tidak".

Lalu aku putuskan untuk berhenti bertanya. Karena aku segera yakin bahwa Bima itu salah. Tidak mungkin seseorang yang tertawa ketika menonton Mr.Bean, menyukai cokelat M&M'S dan percaya Tuhan itu tidak pantas untuk dipacari, kan?"


................oOo...............

Pertama melihat buku ini saya tertarik sama covernya yang super simple itu. Begitu dibaca ternyata buku ini berisi tentang diary Indi, si penulis saat berusia 15 Tahun. Buku ini bercerita tentang Indi penderita scoliosis yang bisa dibilang sangat pasif. Tetapi kemudian Indi bertemu dengan Mika, pemuda berusia 22 tahun yang menderita HIV. Sejak bertemu Mika, Indi berubah sedikit demi sedikit menjadi gadis yang lebih berani. Hari-hari Indi juga selalu ceria. Bersama Mika, Indi bisa merasakan bagaimana rasanya berlari. 

Gaya bahasanya polos sekali, karena memang ini adalah diary nya Indi saat berusia 15 tahun, memang kadang agak bosan bacanya, tapi jika kita memakai kacamata anak berusia 15 tahun bahasanya ya masih terbilang sah-sah saja. Tetapi ya karena buku ini berkonsep diary itu jadi plotnya kurang jelas.

Buku ini juga menambah pengetahuan kita tentang scoliosis dan AIDS sekaligus dan juga dapat mengurangi stigma negatif kita terhadap para penderitanya. Salut sama Indi dan Mika yang walau memiliki kekurangan tetapi dapat saling mengisi. Mika yang selalu memotivasi dan Indi yang selalu berusaha untuk sembuh walau tak ada Mika lagi di sampingnya.

Buku ini juga sudah dibuat versi filmnya dengan judul "MIKA" di bulang januari 2013 lalu. Saya sendiri juga belum nonton sih, hehehe

Mari Membaca :)

Senin, 21 Oktober 2013

Tutur Gayo by Yusradi Usman al-Gayoni


Penulis | Yusradi Usman al-Gayoni
Penerbit | Mahara Publishing
Tahun Terbit | 2012
Halaman | 84
ISBN | 9786021808



"Buku ini berisi tentang pengertian, faktor sosio-kultural munculnya, klasifikasi, pembagian, fungsi, kurangnya penggunaan, dan adanya bentuk (variasi) tutur baru. Sebab, dalam perkembangan kekinian masyarakat Gayo, tutur kurang dikenal. Bahkan, ada kecenderungan mulai ditinggalkan."


.....oOo.....

Buku ini berisi tentang tutur dalam masyarakat Gayo. Gayo adalah nama sebuah suku di Aceh Tengah. Seperti suku-suku pada umumnya, suku Gayo juga memiliki tutur dalam  kebudayaannya. Selain berisi tentang penjelasan serta daftar tutur yang umum digunakan dalam suku Gayo, buku ini juga berisi tentang penjelasan sebab-sebab lunturnya pengunaan tutur pada masyarakat Gayo. 

Buku ini menurut saya sangat membantu sekali bagi anak-anak muda Gayo yang sekarang sudah kurang menggunakan tutur dalam kehidupan sehari-hari. Karena menurut buku ini, penggunaan tutur dalam masyarakat Gayo sendiri sudah sangat luntur. Oleh karena itu, salah satu tujuan penulis menulis buku ini adalah untuk tetap melestarikan penggunaan tutur dalam bermasyarakat.

Buku ini juga memiliki jilid keduanya yang tentu saja lebih lengkap dari jilid pertama ini. Pada covernya terlihat juga ukiran kerawang. Kerawang sendiri merupakan motif khas dari masyarakat Gayo itu sendiri. Dari segi tampilan, menurut saya masih seperti semacam artikel, jadi masih kurang menarik perhatian untuk dibaca.  Tetapi untuk pelestarian budaya, tentu buku ini sangat dibutuhkan sekali.


Mari membaca :)

Minggu, 20 Oktober 2013

Meraba Indonesia by Ahmad Yunus




Penulis | Ahmad Yunus

Penerbit | Serambi

Tahun Terbit | 2011
Halaman | 372
ISBN | 9789790242852



"Selama hampir setahun, dua wartawan kawakan, Farid Gaban dan Ahmad Yunus, mengelilingi Indonesia. Mereka menyebut perjalanan ini sebagai Ekspedisi Zamrud Khatulistiwa. Dengan mengendarai sepeda motor win 100 cc bekas yang dimodifikasi, mereka mengunjungi pulau-pulau terluar dan daerah-daerah bersejarah di Nusantara. Dari Sabang sampai Merauke, Dari Miangas hingga Pulau Rote. Ratusan orang telah mereka wawancarai; ratusan tempat telah mereka singgahi.


Tujuan utama ekpedisi ini adalah mengagumi dan menyelami Indonesia sebagai negeri bahari. Di atas semua itu, mencatat keseharian masyarakat yang mereka lewati. Mencatat dari dekat.



Dan, inilah catatan Ahmad Yunus. Dengan pandangan khas anak muda, Yunus menuturkan peristiwa di berbagai tempat yang dia kunjungi dan menjahitnya dengan data-data sejarah. Baginya, perjalanan ini adalah bagian dari upayanya untuk menjawab pertanyaan pribadinya tentang Indonesia. Selain itu, buku ini juga usahanya untuk menulis sejarah masyarakat yang selama ini terlupakan, baik oleh pemerintah maupun arus media utama.



Gaya penulisan jurnalisme sastrawi membuat buku ini mengalir lancar. Dan akrab. Membacanya seakan menyimak dengan khidmat manisnya per-sahabatan warga Nusantara dan keindahan daerah-daerah di luar Jawa. Juga kegetiran mereka. Semua itu saling berkelindan dan sambung-menyambung menjadi satu: sasakala Indonesia.  



Dilengkapi 50 foto jepretan Farid Gaban dan film dokumenter besutan Ahmad Yunus dan Dhandy Dwi Laksono, buku ini menyodorkan realitas terkini tentang Indonesia dan mengajak kita untuk mencintainya dengan sederhana. 

............

Buku ini menceritakan tentang catatan perjalanan Ahmad Yunus bersama Farid Gaban mengelilingi Indonesia. Dengan membaca buku ini, kita semacam benar-benar dibawa berkeliling Indonesia tanpa harus mengelilingi Indonesia dalam arti yang sebenarnya. Gaya bahasa yang dipakai 0leh penulis juga mudah dicerna dan mudah untuk kita membayangkan secara visual apa yang diceritakan oleh penulis.

Covernya yang menampilkan sebuah sepeda motor cocok sekali dengan catatan perjalanan ini. Karena memang dalam perjalanannya penulis memang menggunakan sepeda motor. Dari buku ini juga kita bisa melihat Indonesia lebih dekat lagi. Mulai dari masalah budaya, ekonomi masyarakat di daerah, masalah transportasi secara umum di Indonesia, permasalahan apa saja yang sering terjadi di daerah perbatasan, dan masih banyak lagi.

Membaca buku ini bikin mata terbuka lebar dan merasa bangga menjadi orang Indonesia yang kaya budaya dan sumber daya alamnya. Buat kalian yang ingin berkeliling Indonesia, buku yang satu ini wajib menjadi referensi kalian nih.


Sabtu, 19 Oktober 2013

Memoritmo by Ade Paloh





Penulis | Ade Paloh
Penerbit | Bukune
Tahun Terbit | 2012
Halaman | 180
ISBN | 6022200725




"Do… re… mi…


Dentingan nada berkait dengan lirik menjadi sebuah lagu. Menyampaikan suatu makna kepada pendengarnya.




Fa… sol…


Lalu, lagu itu mengalun hingga ke benak kita. Menguak memori atas rindu, harapan, bahkan mungkin patah hati. 




La… si… do…


Dan ketika nada terakhir usai, memori itu masih melekat



di pikiran. Membuat kita bertanya-tanya, bagaimana sebuah lagu begitu mampu menyimpan kenangan dalam nada-nadanya.



Ritme lagu apa yang ada dalam memorimu? "






Pertama ngelihat buku ini di toko buku, yang menarik mata saya untuk menoleh tentu saja dari covernya yang unik. Jadi teringat dengan sekotak koleksi kaset saya yang raib entah kemana 

*lost focus


Bukunya menarik, bercerita tentang lagu favorit mereka, para penulisnya. Lagu terkadang memang bisa membangkitkan memori kita pada kenangan tertentu.  Saya sendiri juga punya beberapa lagu yang kalau saya dengarkan seperti sedang mengulang kejadian tertentu. Kalau kalian gimana? Punya lagu kenangan juga nggak?



Dari semua lagu yang diulik oleh para penulis, saya tahunya cuma lagu madu dan racun doang, hahaha...
Betapa sedikitnya pengetahuan musik saya ya :p


Selamat membaca :)

Minggu, 13 Oktober 2013

Alexitimia by Koes Pratomo Wongsoyudo



Penulis | Koes Pratomo Wongsoyudo
Penerbit | Bentang Pustaka
Tahun terbit | 2012
Halaman | 204
ISBN | 9786028811798

"Apa saya gila?


Pertanyaan itu kerap terlontar dari mulut Tom, suaminya. Tidak. Donna menggelengkan kepalanya, menyangkal kuat-kuat. Namun, Donna tak pula abai. Sesuatu terkadang mengusik keingintahuannya. Sikap Tom aneh dan membuat siapa pun kehabisan akal menghadapinya.

Padahal, selama ini Donna sangat yakin, dia beruntung menikahi Tom. Pria itu tak pernah menuntutnya macam-macam. Tak sekalipun Tom mempersoalkan ketidakmampuan Donna memberikan keturunan. Tom menerima kehadiran Donna seutuhnya. Namun, sekarang, hari-hari Donna sedikit terguncang. Kemungkinan telah menikahi pria dengan masalah kejiwaan tak pernah terbayangkan sebelumnya.

Inilah ujian bagi perkawinan mereka. Dan, cinta tak pernah kehilangan cara untuk mengujinya. Mantan kekasih Donna kembali datang menggoda. Puncaknya, kerabat Tom mendadak menawarkan seorang wanita untuk dijadikan istri kedua yang bisa memberikan keturunan. Donna dilanda bimbang. Seandainya dia memiliki hati yang cukup besar untuk mencintai …

Koes Pratomo Wongsoyudo, lahir 1 Februari 1938, adalah seorang pejuang. Semasa jadi pelajar berjuang untuk meraih pendidikan dalam keterbatasan dan ketika mendapatkan beasiswa untuk kuliah ke Tokyo Denki University di Tokyo, Jepang, beliau berjuang membela Tanah Airnya ketika mahasiswa Jepang demonstrasi dan membakar foto Bung Karno. Pulang dari Jepang, Koes Pratomo Wongsoyudo bersama 6 rekannya berjuang mendirikan organisasi karate pertama di Indonesia INKAI sekaligus membawa olahraga bela diri Karate pertama kali masuk ke Indonesia
Ayah dari Tyas Handayani, Pandji Pragiwaksono dan Handriya Yogaswara mengisi hari tuanya menjadi seorang penulis yang berjuang untuk bisa menerbitkan karyanya.
Setelah almarhum meninggal dunia pada tanggal 2 Maret 2012 perjuangannya tersebut diteruskan kepada anak-anaknya. Maka, terbitlah buku pertama beliau, "Alexitimia" "



Buku ini mengisahkan tentang Pratomo yang menderita alexitimia. Pratomo memiliki seorang istri yang bernama Dona. Kisah  pernikahan mereka dipenuhi dengan konflik yang berkepanjangan, tetapi sejauh itu mereka tetap bisa melewati masalah-masalah yang mereka hadapi. Tetapi endingnya menurut saya kurang greget, karena memang sudut pandang yang dipakai adalah sudut pandang Dona dalam menceritakan kisah ini. Padahal saya lebih tertarik dengan kisah Pratomonya sendiri.

Walau memang ceritanya sedikit datar, tetapi buku ini banyak membantu saya untuk memahami apa itu alexitimia dan bagaimana kehidupan sehari-hari orang yang menderita gangguan ini. Jujur, saya sendiri baru tahu tentang gangguan ini pertama kali ya karena membaca buku ini. Saya juga suka warna covernya.

Buat kamu yang butuh referensi tentang gangguan alexitimia, buku yang satu ini cocok untuk menambah koleksi kalian.

Selamat membaca :)

Sabtu, 12 Oktober 2013

Rosetta's Daring Day by Lisa Papademetriou




Penulis | Lisa Papademetriou
Penerbit |  PT Gramedia Pustaka Utama 
Tahun terbit |2012
Halaman | 111
ISBN | 9789792257984

"Rosetta dan Fawn bertolak belakang. Rosetta suka berdandan dan memakai gaun indah. Fawn lebih suka bermain bola acorn sekalipun kotor. Arti kata "bersenang-senang" sangat berbeda bagi kedua sahabat ini.

Ketika ratu peri mengadakan pesta makan malam, Fawn enggan hadir. Maka Rosetta membujuknya: kalau Fawn mau memakai gaun indah dan menjaga sikap, Rosetta rela menemaninya bermain apa saja keesokan harinya. Menurutnya, perjanjian ini adil. Tapi tak pernah terbayang olehnya apa yang ada di dalam pikiran Fawn!


Apakah mereka akan tetap bersahabat setelah hari yang dipenuhi kodok, lumpur, dan... cacing?
"



Buku ini bercerita tentang persahabatan antara Rosetta dan Fawn. Rosetta yang cantik dan serba rapi, sedangkan Fawn yang tomboy dan senang berkotor-kotoran.  Persahabatan dengan perbedaan yang sangat jauh diantara mereka membuat mereka banyak mengalami konflik. Tetapi pada akhirnya persahabatan mereka tetap terjaga dengan baik. Di sini juga diceritakan bagaimana Rosetta bisa menghadapi rasa takutnya terhadap sesuatu yang kotor.

Buku ini sebenarnya merupakan buku berseri, tetapi saya hanya punya satu seri saja. Yang paling saya suka adalah ilustrasinya, bagian covernya juga diwarnai dengan serbuk-serbuk berkilau. Buat saya saja itu sangat menarik untuk dibaca, apalagi untuk anak-anak :)

Nah, kamu... 
Iya, kamuuuu....
Tertarik nggak baca buku yang satu ini?

Selamat membaca :)

Jumat, 11 Oktober 2013

Perjalanan ke Atap Dunia by Daniel Mahendra



Penulis | Daniel Mahendra
Penerbit | Medium Publishing
Tahun Terbit | 2012
Halaman | 356
ISBN | 9786028144155 


"Bacalah tentang Cina dengan segenap kedigdayaan ekonomi dan budayanya. Tetapi tak baik melupakan Tibet dan Nepal karena keduanya merupakan sumber pengetahuan terpenting tentang alam, manusia, spritiualitas, politik, seni dan budaya.


Bagi yang merasa mustahil ke sana, nikmatilah buku liputan perjalanan ini karena memang menyediakan eksotisme kelas tinggi. Bagi yang ingin segera ke sana, baca dan bawalah buku ini sebagai karib perjalanan.


Royalti buku ini oleh sang penulisnya didedikasikan untuk amal kegiatan Rumah Dunia, sebuah komunitas belajar sastra, jurnalistik, teater, seni rupa, seni suara, juga film, yang dibidani oleh Gol A Gong dan Tias Tatanka di kota Serang, Banten."


Buku ini bercerita tentang catatan perjalanan penulis dalam meraih mimpinya untuk berkunjung ke negeri atap dunia (Nepal dan Cina).

Di awal membaca buku ini saya merasa sedikit bosan tetapi makin berpindah halaman rasa penasaran saya datang perlahan-lahan. Gaya bahasanya ringan dan mampu memancing kita untuk membayangkan bagaimana visual dari cerita-ceritanya itu sendiri. 

Jujur banyak sekali pengetahuan baru yang saya dapatkan dari membaca buku ini. Mengenal Tibet dan Nepal lebih dekat, keadaan geografisnya dan tentu saja kebiasaan-kebiasaan masyarakat di sana, budaya dan spiritualitasnya. Nggak melulu membicarakan tentang pengalaman perjalan, mas Daniel juga curcol sedikit juga di buku ini, hihihi... Oia saya juga baru tahu tuh tentang AMS (Accute Mountain Sickness, wah terus buat penderita asma seperti saya ntar kalo kesampaian menginjak tanah Tibet apa kabar ya? :(

Saya juga suka covernya dengan foto rel kereta, jadi membuat saya membayangkan sedang berada di perjalanan menuju kota Lasha. Ditambah beberapa foto yang dilampirkan di dalam buku ini juga membantu kita memvisualisasikan tempat-tempat yang diceritakan oleh penulis.

Inti dari catatan perjalanan ini adalah jangan pernah takut untuk bermimpi. Jadi ayo-ayo siapa yang juga punya mimpi melakukan perjalanan seperti mas Daniel?
*ngacungin tangan sendiri

*Thanks bang Halmi atas pinjaman bukunya :)

Selamat membaca :)