Sabtu, 26 Oktober 2013

Ranu by Ifa Avianty & Azzura Dayana




Penulis | Ifa Avianty & Azzura Dayana
Penerbit | PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit | 2013
Halaman | 316
ISBN | 9786020212678


"Ranu. Manajer muda. Fotografer. High-cost traveler. Hidup dalam kenangan masa lalu yang pahit disebabkan beberapa kehilangan. Atas ide sohibnya yang kocak, gokil, dan backpacker abis bernama Dios, ia sepakat mengangkat kehidupan pedalaman di Pegunungan Baduy ke dalam sebuah film semidokumenter budaya.

Ide itu menyeretnya pada perjumpaan dengan sosok Ayuni. Fotografer kebanggaan Dios untuk proyek Baduy. Pendaki gunung yang tangguh namun pemurung dan cenderung ketus. Tapi Ranu justru berhasil menemukan sisi lain pada dirinya. Sebuah kelembutan bak bunga edelweiss dan kedamaian bak danau Ranu Kumbolo.

Clue apakah sebenarnya menghubungkan antara Ranu dan Ayuni? Bagaimana pula dengan Irene, sosok princess yang ada di hati Ranu maupun Ayuni? Benarkah jalan kehidupan mereka akan berubah?"

.....oOo...


Di awal buku saya agak terkecoh karena mengira tokoh utamanya adalah Ranu dan Irene, tetapi ternyata adalah Ranu dan Ayuni. Tetapi Irene dan Dios juga menjadi tokoh yang juga tidak kalah pentingnya. Malah justru lebih tepatnya buku ini kebanyakan hanya menceritakan tentang mereka berempat saja.

Dios yang seorang backpacker memiliki teman bernama Ayuni. Dios yang memang tipe ekstrovert atau bermulut ember sering sekali beradu mulut dengan Ayuni yang juga cenderung ketus. Karena itu, tidak jarang mengolok-ngolok mereka agar menjadi pasangan saja.

Sedangkan Ranu, adalah seorang pengusaha muda yang sedang larut dengan dukanya karena kehilangan dua wanita yang dicintainya, ibu dan wanita yang dicintainya. Suatu hari Ranu tanpa sengaha bertemu dengan Irene dan Tatia, puterinya. Sejak itu mereka menjalin pertemanan. Irene sendiri sebenarnya adalah sepupu dari Ayuni.

Mereka berempat kemudian dipersatukan oleh sebuah proyek film semidokumenter tentang budaya Baduy. Sepertinya penulis suka sekali dengan hal-hal yang serba kebetula, karena dalam buku ini banyak sekali kebetulan yang terjadi. Ranu yang jatuh cinta pada Aida yang ternyata mencintai Fajar, kakak Ayuni. Tetapi ternyata Aida dan Fajar kembali kepada Sang Pemilik terlebih dahulu. Rasa kehilangan yang mereka berdua alami tanpa disadari justru hilang ketika mereka berdua sadar bahwa ada sesuatu yang berbeda di antara mereka. 

Penuturan kata-katanya apik dan mengalir, walau alurnya agak maju mundur ceritanya. Dari buku ini juga mendapat sedikit pengetahuan tentang suku Baduy. Awalnya saya kira, karena Ranu dan Ayuni adalah seorang fotografer, di dalam buku ini kita juga akan disuguhkan banyak foto, tetapi ternyata dugaan saya salah. Memang ada beberapa foto, tetapi itu juga tidak berwarna, sayang sekali. Lalu, walau pada sampul buku ini ada label 'Novel Islami' nya, tetapi pada kenyataannya nilai religius di dalam buku ini tidak terlalu ditampakkan penulis.

Untuk kalian yang sedang bersantai, buku ini cocok untuk kalian. Karena tampilan buku yang kecil, buku ini juga bisa dibaca dengan sekali duduk.

Mari Membaca :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar